Kasubsi Informasi BPBD Nunukan Basir menyampaikan proses pengamatan di lapangan terhadap bencana banjir yang terjadi di Kecamatan Sembakung, Sembakung Atulai dan Lumbis dilakukan selama dua hari. Dimana, bencana banjir mulai terjadi pada Minggu (18/6).
"Berdasarkan data sebanyak tujuh desa yang terdampak di Kecamatan Lumbis. Dengan 368 kepala keluarga (KK), 1.228 jiwa dan 208 unit rumah yang terdampak. Sementara, untuk fasilitas umum berupa pasar, lapangan bola, lapangan Volly, kantor desa dan gedung sekolah," ucap Basir kepada Radar Tarakan, Rabu (21/6).
Kemudian, untuk Kecamatan Sembakung Atulai terdapat empat desa yang terdampak. Pertama, Desa Liuk Bulu dengan jumlah KK sebanyak 60 KK, 200 jiwa, 30 unit rumah. Dan 10 Jiwa tercatat sudah mengungsi. Kedua, Desa Binanun dengan 80 KK, 300 jumlah jiwa, 45 unit rumah.
"Ketiga, Desa Pulau Keras dengan 106 KK, 400 jiwa dan 61 unit rumah. Keempat, Desa Lubok Buat sebanyak 31 KK, 60 jiwa dan 18 unit rumah," bebernya.
Serta, Kecamatan Sembakung sebanyak enam desa terdampak banjir. Total jumlah KK 1.240, jumlah jiwa 4.371 jiwa, 120 unit rumah. Fasilitas umum (fasum) juga terdapat sebanyak 19 fasum. Di antaranya, gedung sekolah, kantor desa, pustu, posyandu dan tempat ibadah.
"Warga yang sudah direlokasi sebanyak 25 KK, 89 jiwa yang direlokasi ke kampung baru dari dua desa yakni Desa Tujung dan Desa Lubuk," jelasnya.
Dengan bencana banjir yang terjadi sejumlah upaya penanganan awal terhadap bencana banjir bandang dilakukan. Pertama, melakukan evakuasi warga terdampak. Kedua, memberikan peringatan kepada warga akan bahaya terkaman hewan buas. Ketiga, melakukan pendataan kepada korban bencana banjir penanganan awal dilakukan aparat setempat seperti TNI, Polri, BPBD, Satpol PP, Destana, Tagana,KSB, relawan kecamatan, aparat desa serta masyarakat setempat.
"Dan berdasarkan analisa kaji cepat BPBD Nunukan maka perlu dilakukan penanganan pemulihan untuk mengembalikan keadaan menjadi normal. Seperti, perlunya realokasi perumahan penduduk yang berada di pinggiran sungai Sembakung. Perlunya sosialisasi tentang penanggulangan bencana dari tingkat keluarga sampai ketingkat desa dalam upaya menciptakan masyarakat tangguh bencana pada wilayah rawan bencana. Dan sangat dibutuhkan bantuan logistik serta peralatan atau kebutuhan lain untuk korban bencana banjir yang mengungsi," pungkasnya. (akz/lim) Editor : Azwar Halim