Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Jalan Mansalong-Tau Lumbis Minta Dibangun Kembali

Sopian Hadi • Sabtu, 28 Mei 2022 | 18:37 WIB
JALAN PERBATASAN: Wagub Kaltara, Dr. Yansen TP, M.Si, bersama perwakilan BPJN Kaltara, Camat Lumbis Pansiangan Lumbis dan beberapa masyarakat melihat langsung lokasi trase jalan Mansalong-Tau Lumbis yang sempat dibangun tahun 2018 lalu di Lumbis Pansianga
JALAN PERBATASAN: Wagub Kaltara, Dr. Yansen TP, M.Si, bersama perwakilan BPJN Kaltara, Camat Lumbis Pansiangan Lumbis dan beberapa masyarakat melihat langsung lokasi trase jalan Mansalong-Tau Lumbis yang sempat dibangun tahun 2018 lalu di Lumbis Pansianga
LUMBIS - Besar harapan warga di kawasan Lumbis agar jalan paralel perbatasan dari Mansalong sampai ke Tau Lumbis, Nunukan yang pembangunannya sempat terhenti tahun 2018 dilanjutkan lagi. Karena itu Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. Yansen TP, M.Si, bersama pihak Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Kaltara meninjaunya.

“Sekarang saya ada di titik lintasan trase jalan Mansalong-Tau Lumbis yang dibangun oleh pemerintah negara kita. Nah ini sempat terhenti tahun 2018. Kita harapkan ini kembali dilanjutkan dibangun,” ujar Wagub Kaltara, Yansen TP, Sabtu (21/5) di Lumbis Pansiangan.

Alasan kenapa kembali dilanjutkan, yang utama kata Wagub, untuk kepentingan lintas pengamanan negara yaitu mobilisasi pertahanan negara dan tentunya mobilisasi barang dan orang yang ada di sekitar perbatasan.

Terlebih, lanjut Wagub, saat ini pemerintah pusat sedang membangun Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Labang. Karena itu, akses jalan darat menjadi penunjang utama ke depannya agar PLBN dapat maksimal.

“Ya karena kita membangun PLBN di Labang atau di perbatasan Malaysia-Indonesia dan itu harus ditopang oleh jalur jalan darat. Jadi tidak bisa hanya ditopang jalan sungai,” ungkapnya.

Menurutnya, tidak mungkin pemerintah bisa memberi perlindungan kepada masyarakat di sepanjang Mansalong-Tau Lumbis kalau tidak dibangun jalan darat. Sebab, di kawasan ini juga tidak kurang dari 3.000 jiwa penduduknya bermukim dan mereka sangat tergantung pada sungai yang tidak visibel untuk kepentingan, baik sosial ekonomi dan lain-lainnya.

“Jadi saya kira kita lanjutkan tadi karena ini sekitar 155 Kilometer (km). Kalau ini diprogramkan saya kira rencana kerja untuk yang ada di Krayan selesai tahun 2023, kemudian yang di Apau Kayan juga kiranya ya bisa diselesaikan dalam 3 atau 4 tahun ke depan,” urainya.

Oleh sebab itu diharapkan jalan paralel perbatasan Mansalong-Tau Lumbis dimulai kembali pembangunannya. Diketahui, pada tahun 2018 Kementerian PUPR bekerja dengan Direktorat Zeni TNI AD (Ditziad) membangun jalan tersebut dan Wagub berharap dalam waktu dekat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara bisa duduk satu meja untuk memprogramkan lagi jalan yang menghubungkan empat kecamatan, Lumbis, Lumbis Ogong, Lumbis Pansiangan dan Lumbis Hulu serta 77 desa itu bisa dilanjutkan lagi pembangunannya.

“Balai Pelaksana Jalan (BPJN Kaltara) sudah punya data, tinggal kita berikan dukungan untuk membangun kembali,” tutur Wagub yang punya singkatan nama YTP ini.

Jadi bisa dibayangkan bagaimana prospek ke depan kalau tidak segera dibangun aksesnya lebih maksimal. Oleh karena itu, pembangunan jalan pilihan terbaik.

“Pemerintah segera dan wajib membangun ini. Karena bagaimana pun juga menghadirkan negara ya harus lebih mudah terjangkau kawasan-kawasan perbatasan,” pungkas Yansen TP.

Basuki, perwakilan dari BPJN Kaltara mengatakan, sebelumnya pihaknya terfokus kepada akses jalan Malinau, Semamu, Long Bawan ke Long Midang. Karena itu, untuk melanjutkan pembangunan jalan Mansalong-Tau Lumbis, pihaknya akan kembali mengusulkan kepada Kementerian PUPR.

“Untuk lanjutan ini mau kita sampaikan ke atasan juga supaya untuk di-follow up agar ruas Mansalong – Tau Lumbis ada pembangunan lanjutan untuk menyelesaikan yang sudah dikerjakan biar selesai tuntas,” ujar Basuki yang mendampingi Wagub melihat langsung trase jalan yang dibangun tahun 2018 lalu itu.

Sementara jalan-jalan perbatasan lainnya yang sedang dibangun bertahap sebagian selesai pada tahun 2024.

“Target di 2024 itu ruas-ruas jalan yang lain sudah mulai selesai, harapannya dari Balai, ruas tersebut bisa dimasukkan lagi untuk tahap penyelesaian,” katanya.

Disebutkan, tahun 2018 lalu pihaknya mengerjakan aspal 2 km di Mansalong, sebab tahap pembangunan mulai dari bawah dan ada jembatan permanen dua titik. Ruas jalan yang belum terbuka sisa 27 km dari panjang 155,7 km.

Sebelumnya, saat pertemuan dengan Wagub di Lumbis Pansiangan, tokoh masyarakat dan kepala desa dari tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Lumbis Ogong, Lumbis Pansiangan dan Lumbis Hulu menyampaikan permohonan agar jalan darat dari Mansalong-Tau Lumbis kembali dilanjutkan pembangunannya dan termasuk jalan penghubung lainnya untuk penunjang PLBN.

Kemudian, saat Wagub singgah di Kecamatan Lumbis Ogong, Daud, Camat Lumbis Ogong dan perwakilan tokoh masyarakat juga menyampaikan hal yang sama. Bahkan, mereka menyerahkan langsung proposal berisi data jalan-jalan yang perlu dibangun dan dilanjutkan.

“Yang urgen adalah jalan paralel perbatasan ini dari Mansalong tembus Tau Lumbis. Itu harapan pertama kita,” ujar Daud, Camat Lumbis Ogong, Minggu (22/5) lalu di Binter.

Kepada semua instansi terkait dalam hal ini, Kementerian PUPR, Camat Lumbis Ogong memohon dengan sangat bagaimana mendorong pembangunan jalan ini sehingga bisa terwujud.

Ini, lanjutnya, bukan semata usulan atau kepentingan masyarakat Lumbis Ogong saja, tapi seluruh masyarakat kawasan Lumbis Raya, yaitu Lumbis, Lumbis Ogong, Lumbis Pansiangan dan Lumbis Hulu.

“Nah kalau tidak kita upayakan ini jalan, ya dari sekarang sampai selama-lamanya seperti inilah kehidupan kami di perbatasan ini,” katanya sambil menaruh harapan besar agar jalan darat bisa terbangun.

Pembangunan jalan juga sebagai salah satu cara agar masyarakat Indonesia di perbatasan tidak dipandang sebelah mata oleh negara tetangga. Karena itu dia berharap agar pemegang kebijakan dapat menggenjot pembangunan jalan tersebut.

Sebab ada alasan penting juga agar pembangunan jalan paralel perbatasan dapat menunjang PLBN yang sedang dibangun di Labang.

“Sekarang ini kan ada sudah PLBN kita. Itu sudah salah satu. Tapi menurut kami kalau PLBN hanya di situ saja, tidak ada penunjangnya, PLBN kita ini tidak akan berjalan maksimal,” tukasnya.

Menanggapi penyampaian Camat Lumbis Ogong tersebut, di hadapan masyarakat Wagub Kaltara, Yansen TP menegaskan bahwa kedatangannya ke Lumbis, Lumbis Ogong, Lumbis Pansiangan dan Lumbis Hulu tak lain karena ingin mengetahui apa saja yang dibutuhkan masyarakat melalui penyampaian, termasuk soal akses jalan darat.

“Ini salah satu tujuan saya dan kami ke sini. Kami ingin memetakan kembali pembangunan, khususnya di kawasan perbatasan. Jadi ada data dan bahan kita untuk menyusun program pembangunan ke depan,” ucap Wagub. (ags/lim) Editor : Sopian Hadi
#nunukan #jalan