Ketua Tim Direktorat A Pertahanan Keamanaan pada JAM Intelijen Kejagung RI, Andi Fachruddin menyampaikan kedatangannya bersama tim di wilayah perbatasan untuk melakukan pemetaan terkait potensi ancaman dan persoalan yang terjadi di Nunukan.
"Kami ingin mengumpulkan informasi terkait apa saja yang menjadi isu maupun persoalan di Nunukan. Setelah ini akan kami laporkan ke pimpinan," ucap Andi Fachruddin, saat ditemui di ruang pertemuan Kantor Bupati Nunukan, Rabu (25/5)
Lanjutnya, hasil pemetaan yang dilakukan tim menjadi laporan yang disampaikan ke Pemerintah Pusat. Kemudian berdasarkan laporan tersebut akan menjadi bahan untuk penguatan sektor pertahanan dan keamanan di perbatasan Indonesia-Malaysia.
"Jadi ini akan menjadi bahan pertimbangan pimpinan ke Pemerintah Pusat untuk memperkuat pertahanan dan pembangunan di perbatasan. Jadi, kami turun mengetahui persoalan yang terjadi. Menerima bahan masukan. Misal kekurangan pos, armada dan lainnya," tegasnya.
Di tempat yang sama, Wakil Bupati Nunukan, H Hanafiah mengungkapkan, Nunukan yang memiliki topografi sedemikian rupa ini memiliki potensi sangat besar dari ancaman kegiatan kriminal maupun penyelundupan ilegal.
Dan Nunukan yang berada di perbatasan dikhawatirkan menjadi salah satu daerah perlintasan pelaku aksi terorisme. Sehingga, hal ini wajib diantisipasi. Sebab, potensi kerawanan di perbatasan selalu ada.
"Agar tidak terjadi Nunukan menjadi daerah pintu masuk dan keluar seperti yang pernah terjadi. Saya pikir kita lebih mengaktifkan lagi fungsi lembaga sosial untuk selalu mewaspadai setiap orang yang datang," jelasnya.
Untuk itu pihaknya berharap dengan hadirnya tim khusus dari Kejagung RI ini diharapkan dapat memberikan dukungan untuk pengawasan dan pembangunan keamanan. "Semoga dengan kunjungan tim ini, segala persoalan dan permasalahan dapat teratasi. Dan fungsi pengawasan di perbatasan bisa berjalan dengan lebih maksimal lagi," pungkasnya. (akz/har) Editor : Muhammad Erwinsyah