Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Nunukan, Sabaruddin menyampaikan total sasaran sebanyak 169.550 jiwa. Dan berdasarkan data pada Jumat (25/2) penerima vaksin saat ini sebanyak 133.472 jiwa. "Berdasarkan data kumulatif dosis I sebanyak 133.472 jiwa atau 85,41 persen. Dosis II sebanyak 99.026 atau 63,33 persen. Dan dosis III sebanyak 4.577 jiwa atau 2,93 persen," ucap Sabaruddin, kemarin.
Dijelaskan, cakupan vaksinasi sebanyak 85,41 persen terdiri dari vaksinasi anak usia 6-12 tahun untuk dosis I sebanyak 15.525 jiwa atau 76,65 persen dan penerima dosis II sebanyak 9.136 jiwa atau 45,11 persen dengan jumlah sasaran 23.543 jiwa.
Kemudian, para tenaga kesehatan (nakes) dari 1.820 jiwa sasaran, penerima dosis I sebanyak 2.057 jiwa atau116.02 persen. Kemudian, dosis II sebanyak 2.003 atau 112,97 persen dan dosis III sebanyak 1.567 jiwa atau 88.38 persen.
"Sasaran petugas publik sebanyak 15.541 jiwa. Dan yang telah menerima dosis I sebanyak 16.684 jiwa atau 100,08 persen, untuk dosis II sebanyak 15.368 jiwa atau 92.19 persen dan dosis III sebanyak 809 jiwa atau 4.85 persen," sebutnya.
Sedangkan, untuk lanjut usia (lansia) penerima dosis I sebanyak 7.722 jiwa atau 86.40 persen, dosis II sebanyak 4.234 jiwa atau 47,38 persen dan dosis III sebanyak 143 jiwa atau 1,69 persen dari jumlah sasaran sebanyak11.168 jiwa.
Selanjutnya, untuk remaja yang telah divaksin dosis I sebanyak 18.538 jiwa atau 82,47 persen, dosis II sebanyak14.674 jiwa atau 65,29 persen dari jumlah sasaran sebanyak 21.358 jiwa.
Untuk masyarakat rentan total sasaran sebanyak 78.595 jiwa. Dan yang telah menerima dosis I sebanyak 72.950jiwa atau 68,55 persen. Dosis II sebanyak 53.611 jiwa atau 50,38 persen dan dosis III sebanyak 2.055 jiwa atau 1,93 persen.
"Yang mempengaruhi laju pelaksanaan vaksinasi karena awal tahun di wilayah tiga terjadi banjir. Sehingga, pelaksanaan tertunda. Termasuk vaksinasi anak sekolah. Kemudian, masih ada masyarakat yang tidak teredukasi sehingga enggan divaksin. Dan ada yang menganggap cukup dengan dosis satu untuk kekebalan tubuh," tutupnya. (akz/lim) Editor : Muhammad Erwinsyah