Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Api Hanguskan Satu Rumah, Diduga Akibat Bocah Bermain Lilin

Muhammad Erwinsyah • Senin, 14 Februari 2022 | 18:51 WIB
MEMADAMKAN API: Sejumlah personel Disdamkar saat berusaha memadamkan api yang sudah terlanjur melahap rumah Suardi, Minggu (13/2). (Riko Aditya/Radar Tarakan) 
MEMADAMKAN API: Sejumlah personel Disdamkar saat berusaha memadamkan api yang sudah terlanjur melahap rumah Suardi, Minggu (13/2). (Riko Aditya/Radar Tarakan) 

NUNUKAN — Kebakaran yang terjadi di Jalan Pasar Baru, Nunukan Timur, sekira pukul 10.30 Wita, Minggu (13/2), diduga kuat karena kelalaian, di mana seorang anak sedang bermain membakar lilin namun dekat dengan bahan bakar minyak (BBM).



Api yang terlanjur menyambar akhirnya tidak terkendali dan terus membakar rumah milik mantan Ketua RT 5 bernama Suardi. Di dalam rumah, saat itu Suardi sendiri sedang sakit. Anaknya yang kebetulan ada di rumah langsung membawa Suardi ke rumah saudaranya beserta seluruh penghuni rumah. Sayangnya tidak ada satupun barang yang sempat diselamatkan.


Herman Saksi mata di TKP mengatakan, dirinya sempat lihat Suardi dibantu keluar dari rumah. Bahkan tidak berselang lama, api sudah muncul membakar rumah Suardi. “Rumah mantan pak RT ini, beliau sakit itu setahu saya,” ungkap Herman kepada pewarta harian ini, Minggu (13/2).


Saat kejadian, Herman juga mengaku mendengar adanya suara ledakan dari dalam rumah. Saat itu, sudah ada sejumlah personel pemadam kebakaran yang berusaha memadamkan api yang sudah membakar rumah Suardi.


“Sempat ada ledakan, tidak tahu itu apa. Padahal ada sudah saya lihat petugas pemadam keluarkan tong gas dari rumah ini. Terus ada juga yang kesetrum setau saya, dibawa ke puskesmas itu,” tambah Herman.


Beruntung rumah Suardi, berada di tengah-tengah halaman luas tanpa adanya rumah di samping kanan kirinya, sehingga api tidak merambat ke rumah lainnya.


Sementara itu, Kasi Bantuan Penyelamatan dan Evakuasi pada Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Nunukan, Arista Pratama Sanmigo mengatakan, saat personel Disdamkar berada di TKP kebakaran, api sudah melahap atas rumah milik Suardi.


“Api sudah besar berasal dari tengah rumah saat personel sampai di TKP. Kebakaran itu, saya sendiri melihat ada asap tebal, saat saya telepon anggota, belum ada yang melaporkan ternyata, jadi personel langsung bergegas ke TKP,” ungkap Aris kepada Radar Tarakan ketika diwawancarai usai kebakaran, Minggu (13/2).


Beruntung saat kejadian, sudah tidak ada penghuni di dalam rumah. Namun terlihat tidak ada barang di dalam rumah yang sempat dikeluarkan. Api pun menghanguskan seluruh perabotan di dalam rumah. Padahal, personel Disdamkar sudah menurunkan 5 unit armada pemadam kebakaran beserta armada suplai air.


“Rumahnya semi permanen, hanya tinggal dinding beton, sisanya kayu terbakar semua,” tambah Aris.


Dari hasil pemeriksaan, dugaan sementara api dikarenakan kelalaian adanya seorang anak-anak yang diketahui sedang bermain api, menyalakan lilin di dekat BBM. Api yang tidak sempat dikendalikan akhirnya terus menyambar dan perlahan membakar rumah.


Anak Suardi pemilik rumah yang mengetahui kebakaran, hanya menolong orang-orang yang ada di dalam rumah, termasuk Suardi, mantan RT 5  yang terbaring sakit di dalam rumah. Saat menolong, anak Suardi bahkan diketahui tersengat listrik hingga dilarikan ke puskesmas, namun tidak mengalami luka serius dan sudah kembali pulang ke rumahnya.


“Dugaan sementara karena bermain api itu, dekat BBM, karena informasi personel saat memadamkan memang ada yang meledak di dalam rumah, dugaan kami BBM. Anak pemilik rumah hanya menyelamatkan penghuni rumah, barang tidak ada yang diselamatkan, habis semua,” beber Aris. (*)

Editor : Muhammad Erwinsyah
#Disdamkar #nunukan #kebakaran