Tak tanggung-tanggung, luas hutan bakau yang dibabat mencapai lumayan besar. Lahan tersebut, diduga akan dijadikan lahan bisnis sektor perkebunan.
Menanggapi persoalan tersebut, Kades Binusan Dalam, Asriansyah membenarkan adanya lahan yang dibabat di daerah hutan bakau tersebut. Asriansyah mengetahui lahan yang sudah menjadi seperti lahan danau itu yang diduga untuk kebun kelapa pandan.
Sayangnya, Asriansyah tidak bisa menjelaskan secara detail, karena Desa Binusan Dalam baru terbentuk di tahun 2020 lalu sementara kondisi daerah hutan bakau sudah tergusur sebelum.
“Jadi sebelum tahun 2020 sudah tergusur. Ya, itu memang pada dasarnya ketika saya di sana, lahannya sudah tergusur memang,” ungkap Asriansyah ketika diwawancarai, Radar Tarakan, Jumat (4/2).(raw/ana) Editor : Azwar Halim