NUNUKAN – Peringatan Hari Kemerdekaan RI di Krayan, Kabupaten Nunukan dilakukan dengan pembentangan bendera merah putih sepanjang 12 meter dan lebar 10 meter, di ketinggian 1.103 meter di atas permukaan laut, tepatnya di bukit Gunung Yuvai Semaring, Kecamatan Krayan.
Pembentangan bendera dilakukan sekira pukul 12.00 WITA, Selasa (11/8) oleh 90 peserta dari Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) yang terdiri dari ASN, TNI-Polri, pemerintah desa dan tokoh masyarakat dan tokoh adat di Krayan.
Camat Krayan, Heberly mengatakan, rasa suka cita perayaan kemerdekaan RI di Krayan tahun ini, dilakukan dengan kegiatan pembentangan bendera saja. Sebab, kegiatan perayaan kemerdekaan tidak boleh dilakukan khususnya di Krayan di masa pandemi Covid-19.
“Karena bakal tidak ada kegiatan perayaan kemerdekaan, jadi perayaan tahun ini, kami ganti dengan melakukan pembentangan bendera di bukit Gunung Yuvai Semaring saja. Bendera akan kami bentang hingga tanggal 31 Agustus mendatang,” ujar Heberly kepada Radar Tarakan, kemarin (11/8).
Ide pembentangan bendera muncul langsung dari unsur Muspika. Di semua kecamatan di Krayan, secara swadaya berpartisipasi atas munculnya bendera merah putih tersebut. Bendera dibentangkan di bukit Gunung Yuvai Semaring, karena terlihat dari beberapa desa di Krayan Timur dan Krayan Barat.
Gunung tertinggi kedua di Krayan itu, sengaja digunakan untuk pembentangan bendera semata-mata untuk memperkenalkan ikon Krayan ke dunia luar. Gunung yang disebut punya sejarah soal legenda tokoh Krayan bernama Yuvai Semaring, adalah tokoh yang sakti juga memiliki ilmu tinggi.
“Kami juga ingin memperkenalkan kepada dunia luar, kalau Krayan juga punya ikon, semoga bisa dikenal hingga ke dunia luar,” harap Heberly.
Tentunya tak gampang dalam mencapai gunung setinggi 1.103 meter dari permukaan laut tersebut. Peserta yang ke atas bukit, terlebih dahulu harus jalan kaki menaiki 204 anak tangga, belum lagi tanjakannya yang cukup ekstrem. Namun itu sama sekali tak menjadi kendala peserta yang antusias membentangkan bendera di Gunung Yuvai Semaring. (raw/lim)
Editor : Azwar Halim