NUNUKAN – Musibah kebakaran menimpa warga Desa Mansalong, Kecamatan Lumbis, Nunukan. Kebakaran itu terjadi sekira pukul 01.30 WITA, Senin (26/11). Di hari yang sama, kebakaran juga terjadi dan melalap rumah kontrakan di Jalan Persemaian, Nunukan Tengah, sekira pukul 10.30 WITA.
Dari kedua kebakaran tersebut, tak ada korban jiwa. Namun kerugian ditaksir mencapai hingga miliaran rupiah. Di Desa Mansalong saja, kerugian mencapai hingga Rp 7 miliar. Sebanyak 22 rumah warga, 3 rumah toko dan beberapa kendaraan bermotor terbakar. Sementara di Jalan Persemaian Nunukan Tengah, kerugian capai ratusan juta rupiah.
Idrus, salah seorang korban kebakaran di Desa Mansalong mengatakan, rumah miliknya ludes dilalap api. Ia bahkan tak sempat mengevakuasi harta bendanya.
Ia baru tahu kebakaran setelah dibangunkan keluarganya yang lebih dulu terbangun setelah mendengar suara ledakan.
“Dia (kemenakan, Red) juga awalnya tidak tahu ada kebakaran. Karena terbangun mendengar suara letusan itu, dia keluar rumah dan baru sadar sudah terjadi kebakaran di samping rumah. Saat itulah dia langsung membangunkan saya di kamar,” cerita Idrus melewati detik-detik peristiwa kebakaran.
Di dalam kamar, Idrus saat itu bersama istri dan anak-anaknya. Ia kemudian mengarahkan anggota keluarganya keluar dari rumah. Pada kesempatan itu, Idris mengamankan dokumen berharga miliknya. Setelah mengevakuasi keluarga, Idris ingin kembali ke rumah, namun keadaan sudah tidak memungkinkan saat itu. “Selain dokumen, hanya baju di badan yang kami kenakan ini,” sedih Idrus.
Ia mengaku api sangat cepat melalap rumah demi rumah saat itu. Keadaan rumah yang berdekatan dan berkonstruksi kayu membuat api dengan cepat menyebar.
Menurut Idrus, kebakaran bisa tidak terkendali jika tidak dapat bantuan dari luar kecamatan. Ia bahkan yakin Desa Mansalong bisa saja tersapu habis api. Sebab, api sudah tidak terkendali jika hanya mengharapkan personel pemadam kecamatan. Bahkan, api terlihat jelas dari Malinau.
Hingga pukul 15.30 WITA belum ada bantuan yang mereka terima. Hanya ada pendataan dari pihak desa jumlah korban dan kerugian. Tentunya Idrus dan seluruh korban memerlukan pakaian dan sembako.
“Berharap adanya bantuan dari pemerintah untuk meringankan penderitaan kami nantinya. Karena saat ini kami terpuruk sekali, ibaratnya kami akan mulai dari nol lagi kehidupan di sini. Mudah-mudahan pemerintah bisa memperhatikan kami,” harap Idrus mengakhiri.
Sementara, Simon pemilik rumah kontrakan di Jalan Persemaian Nunukan Tengah, yang rumahnya ludes terbakar hanya pasrah. Ia bahkan tidak sempat menyelamatkan apa pun yang ada di rumahnya. Harta bendanya, semua habis terbakar. Surat juga dokumen-dokumen penting miliknya juga ikut terbakar.
Saat kejadian, ia memang tidak berada di rumah. Ia baru mengetahui rumahnya terbakar saat ditelepon saudaranya. Sesampainya di rumah, hanya tersisa puing saja. Rumah tersebut dikontrakkan olehnya. Setidaknya ada 4 orang keluarga yang mengontrak di rumahnya.
“Saya sudah tidak bisa berkata-kata. Pasrah saja, musibah sudah terjadi. Masih syukurlah tidak ada korban jiwa,” Simon menjawab dengan lesu.
Yohanes, saksi mata di lokasi mengatakan, api berawal dari salah satu kamar kontrakan. Saat itu, ada beberapa anak yang sedang berada di rumah ditinggal keluar. Beruntung seluruhnya dievakuasi sebelum api membesar.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Nunukan Abdul Karim mengatakan, peran serta masyarakat sangat diharapkan. Pihaknya mengakui keterbatasan personel bahkan peralatan pun demikian.
Dari data, hingga November tahun kebakaran cenderung meningkat dibanding tahun sebelumnya. (lihat grafis)
“Jadi menanggapi peristiwa ini, ke depan untuk jangka pendek, kami akan bekerja sama dengan BPBD, karena ada 1 unit mobil bantuan di BPBD. Nantinya jika sudah bekerja sama, armada ini apakah dioperasikan oleh kami atau BPBD sendiri tidak masalah. Yang jelas kami satu atap dan bisa digunakan bersama,” urai Karim.
Sementara untuk jangka panjang, pihaknya akan mengusulkan tambahan armada ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara. Tentunya armada-armada nanti diprioritaskan untuk daerah kecamatan terutama daerah Lumbis dan sekitarnya. Karim mengaku sebenarnya pihak sudah punya satu armada di masing-masing kecamatan. Namun keadaannya sudah tuas.
“Berharap nantinya jika sudah bersama BPBD, akan ada kesepakatan untuk masing-masing wilayah kerja. Semoga kejadian bisa ditangani lebih cepat sebelum api membesar,” harap Karim.
Hingga saat ini, kepolisian masih menyelidiki kebakaran di Desa Mansalong dan Nunukan Tengah. Kapolres Nunukan, AKBP Teguh Triwantoro mengatakan, penyelidikan terus dilakukan.
Dugaan sementara penyebab kebakaran di dua lokasi tersebut, korsleting listrik. Belum ada dugaan lain yang ditemukan kepolisian. Korban jiwa, juga tidak ditemukan dalam dua musibah tersebut. “Ya, untuk saat ini penyebab masih diduga karena korsleting listrik. Kalau untuk jumlah kerugian, totalnya mencapai Rp 7 miliar lebih. Penyelidikan hingga saat ini dilakukan dengan mengumpulkan dan memintai keterangan sejumlah saksi, bahkan akan ada sampel nanti yang dikirim ke laboratorium forensik untuk pendalaman,” beber Teguh.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan Rahmaji Sukirno mengatakan, dari data Kecamatan Lumbis yang didapatkan, ada 65 kepala keluarga (KK) dengan total 195 orang yang menjadi korban dalam peristiwa di Desa Mansalong Kecamatan Lumbis tersebut. Sementara untuk korban di Jalan Persemaian Nunukan Tengah, ada sebanyak 5 KK yang menjadi korban.
Seluruh bantuan akan diserahkan hari ini. Untuk korban Jalan Persemaian akan diberikan pagi ini. Sementara bantuan Desa Mansalong, sudah dibawa melalui Sebuku.
“Kebutuhan pokok, yang sementara kami siapkan di antaranya seperti pakaian, selimut, peralatan makan dan sekolah juga sembako. Untuk pos bantuan sudah dibuka di Lumbis. Tidak menutup kemungkinan di Nunukan juga akan dibuka,” urai Rahmaji. (raw/lim)
Editor : Azwar Halim