NUNUKAN – Penutupan lokalisasi prostitusi di Jalan Persemaian, Kelurahan Nunukan Tengah, masih tertunda. Sebelumnya, Dinas Sosial (Dinsos) Nunukan menjadwalkan melakukannya usai hari raya Idul Adha lalu. Namun, hingga saat ini aktivitas di lokasi tersebut masih berlangsung.
Sekretaris Dinsos Nunukan, Yaksi Belaning Pratiwi membenarkan hal tersebut. Ia menjelaskan, terlambatnya proses penutupan itu lantaran kesiapan Pemprov Kaltara untuk mendatangkan pihak Kementerian Sosial dan menyalurkan biaya pelatihan bagi mereka yang selama ini berkecimpungan pada dunia prostitusi tersebut belum dilakukan. “Mereka (korban) inikan harus diberi pelatihan juga. Kami masih menunggu dari pemprov. Tapi, tetap ada koordinasi dengan mereka juga,” ungkapnya kepada media ini saat dikonfirmasi kemarin.
Disebutkan, data awalnya sebanyak 38 wanita tuna susila di lokalisasi yang berdiri sejak 1990-an itu. Namun, seiring waktu proses pendataan dan sosialisasi penutupannya terus berkurang menjadi 20 orang lagi. “Yang kemarin banyak itu tidak kembali lagi setelah didata. Jadi, kami anggap mereka sudah pulang secara mandiri ke daerah asalnya,” sebutnya.
Sehingga, lanjutnya, mereka yang tersisa inilah yang akan diberikan pelatihan dan bantuan modal untuk melakukan usaha sendiri sebagai modal awal mereka membangun usaha yang halal dan layak. “Ketika ada rakornas di pusat mengenai penanganan ini, kami anggap itulah sebagai penutupannya. Tidak tahunya kementerian meminta dilakukan lagi rakor di Nunukan. Itulah yang menjadi kendalanya. Provinsi sudah sangat membantu untuk pelatihan. Tapi, sampai saat ini belum ada jawaban dari pihak Pemprov Kaltara. Penutupatan prostitusi itu wajib ditutup di 2018 ini,” tegasnya.
Diungkapkan, jika dibandingkan dengan lokalisasi di Kota Tarakan, Kabupaten Nunukan saat ini sudah sangat siap untuk ditutup. Sejumlah rangkaian dalam proses penutupan tempat prostitusi itu telah dilalui. Tapi, sayangnya hal ini belum disepakati. “Pihak kementerian sosial meminta agar penutupan dilakukan serentak dengan Tarakan. Padahal Nunukan ini sudah siap. Saya dan teman-teman di Nunukan berharap dilakukan masing-masing daerah saja. Nunukan karena sudah siap, ya ditutup saja. Kalau Tarakan belum, ya nanti saja,” tegasnya. (oya/ash)
Editor : Azwar Halim