NUNUKAN – Jaringan internet seolah sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat saat ini. Sebab, jika terjadi gangguan, maka pekerjaan akan ikut terkendala. Seperti yang terjadi di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Nunukan.
Sekretaris Disdukcapil Nunukan Umboro Hadi Susino mengatakan, jaringan internet yang digunakan dari PT Telkom, sering mengalami gangguan. Bahkan terjadi terjadi tiap hari. Sehingga, kata Umboro, menyulitkan operator untuk melaksanakan peingiputan data. “Untuk input data, harus menggunakan jaringan internet. Jika jaringan mengalami gangguan maka pekerjaan tidak dapat dilakukan,” ungkapnya.
Menurutnya, pelayanan publik yang membutuhkan jaringan internet, tentu kesulitan bekerja ketika terjadi gangguan jaringan. Telebih saat melayani banyak orang, terjadi gangguan. Tentu akan ada keluhan dari masyarakat.
Padahal gangguan jaringan internet ini bukan keinginan dari Disdukcapil Nunukan. Namun karena menjadi kewajiban untuk melakukan pelayanan, maka seluruh keluhan masyarakat tetap harus didengar. “Kadang menumpuk orang yang ingin dilayani, akibat jaringan bermasalah. Terkadang ada yang tak ingin mendengar alasan bahwa jaringan sedang bermasalah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, untuk penginputan data, khusus proses perekaman Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik untuk satu identitas membutuhkan waktu hingga tiga menit. Jika lewat dari tiga menit, terkadang yang ingin mendapatkan layanan akan bertanya lantaran dinilai menunggu terlalu lama.
Menurut Umboro, terkadang pihaknya serba salah, ingin menyalahkan Telkom, namun masyarakat tidak pernah ingin tahu masalah utama dari keterlambatan pelayanan ini, meskipun telah dijelaskan berkali-kali. “Jaringan internet yang bermasalah tetap Disdukcapil yang bertanggungg jawab,” keluhnya. “Tempat pelayanan ini harus banyak bersabar, padahal sering dilaporkan masalah gangguan jaringan ke telkom Nunukan. Namun tak ada perubahan hingga saat ini,” tambahnya.
Gangguan jaringan internet ikut dialami penjual token listrik, seperti yang dialami Risman, yang menjual token listrik di Jalan TVRI. Ia ikut mengeluhkan jaringan internet produk Telkom, karena sering mengalami gangguan. Padahal pembayaran yang dilakukan tidak pernah telat. “Lambat membayar pasti ditagih, namun ketika ditanya jaringan sering bermasalah tak ada jawaban yang diberikan,” kata Risman kepada media ini kemarin.
Sementara itu, pihak PT Telkom Nunukan yang ingin dikonfirmasi terkait gangguan jaringan yang terjadi selama ini, tak dapat memberikan keterangan. “Maaf yang dapat menjelaskan masalah ini hanya pimpinan. Sementara pimpinan lagi tidak ada dikantor,” kata salah seorang staf layanan PT Telkom kepada media ini kemarin. (nal/ash)
Editor : Azwar Halim