Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Sering Dikotori, Tugu Dwikora Dipagar

Azwar Halim • Senin, 30 Juli 2018 | 09:54 WIB
sering-dikotori-tugu-dwikora-dipagar
sering-dikotori-tugu-dwikora-dipagar

NUNUKAN – Akibat sering dikotori oknum yang tak bertanggung jawab, lokasi wisata sejarah, Tugu Dwikora Nunukan akhirnya diberi pagar.


Komandan Lanal Nunukan Letkol Laut (P) M. Makoagow M,T menegaskan, pemagaran Tugu Dwikora ini bukan berarti menghalangi atau melarang masyarakat berkunjung apa lagi melakukan kegiatan yang positif di lokasi tersebut. Namun, apa yang dilakukan hanya bentuk kepedulian terhadap lokasi wisata sejarah yang kini menjadi ikon Kabupaten Nunukan di wilayah perbatasan. Khususnya tentang kebersihan dan beberapa aset bersejarah lainnya.


“Biar lebih awet Tugunya. Karena, selama ini bebas saja yang masuk. Dan, akhirnya ada yang rusak. Seperti kaca foto dan beberapa fasilitas lainnya,” kata M. Makoagow M,T kepada Radar Nunukan yang ditemui sedang memantau pamasangan pagar di lokasi Tugu Dwikora, Sabtu (28/7).


Meskipun dipagar, lanjutnya, masyarakat tetap dapat berkunjung ke Tugu yang diresmikan 14 Desember 2013 oleh Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana  TNI  Dr Marsetio waktu itu. Karena, setiap Minggu pagi kembali dibuka. Lalu, malamnya kembali ditutup  agar tidak digunakan oknum yang tak bertanggung jawab. Pagar itu untuk menjaga aset yang ada di dalam tugu saja.


Ia menjelaskan, dua minggu sekali Tugu yang sengaja dibangun untuk mengenang jasa para pahlawan Dwikora saat konfrontasi Indonesia-Malaysia 1962-1966 itu selalu dibersihkan. Nah, setiap kali dibersihkan selalu ditemukan kotoran-kotoran yang seharusnya tidak berada di lokasi. Seperti kotoran manusia. Bahkan, alat kontrasepsi pun juga sering ditemukan berserakan.“Saya prihatin dan khawatir dengan wilayah di sekitar tugu ini. Karena, ternyata banyak oknum yang tak bertanggung jawab membuang sampah sembarangan di Tugu. Parahnya lagi, ada kotoran manusia. Jadi,  sudah tidak bisa ditoleransi lagi. Sudah harus dipagar biar tidak bebas dikotori lagi,” bebernya.


Diungkapkan, setelah dipagar, pihaknya akan menambah beberapa fasilitas memperbaiki sejumlah kerusakan yang telah terjadi. Seperti kaca bingkai foto yang sudah pecah. Semuanya segera diganti. Penambahan penerangan dan beberapa pelakat tentang sejarah Dwikora dan sejarah pembangunan tugunya. “Makanya, kami berharap masyatakat juga ikut membantu merawatnya. Karena kalau bukan kita, siapa lagi,” pungkasnya. (oya/nri)


 

Editor : Azwar Halim