DPK BRI Tembus Rp1.580,7 Triliun, Dana Murah Naik Jadi 67,6 Persen

Rahul • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 10:52 WIB
KINERJA BRI: DPK BRI mencapai Rp1.580,7 triliun hingga Triwulan II 2026, dengan dana murah (CASA) naik menjadi 67,6 persen.
KINERJA BRI: DPK BRI mencapai Rp1.580,7 triliun hingga Triwulan II 2026, dengan dana murah (CASA) naik menjadi 67,6 persen.

JAKARTA — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI berhasil menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp1.580,7 triliun hingga akhir Triwulan II 2026. Angka tersebut tumbuh 6,7 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1.482,1 triliun.

Pada periode yang sama, rasio dana murah atau Current Account Savings Account (CASA) BRI juga meningkat dari 65,5 persen menjadi 67,6 persen. Kenaikan tersebut semakin memperkuat porsi dana murah dalam struktur pendanaan BRI.

Hal tersebut disampaikan Direktur Network & Retail Funding BRI, Aquarius Rudianto, dalam Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan II 2026 di Kantor Pusat BRI, Jakarta, Minggu (31/8).

Acara tersebut turut dihadiri Direktur Utama BRI Hery Gunardi, Wakil Direktur Utama BRI Viviana Dyah Ayu R.K., Direktur Finance & Strategy BRI Achmad Royadi, serta Direktur Manajemen Risiko BRI Ety Yuniarti.

Aquarius mengatakan, BRI terus memperluas layanan guna menjawab kebutuhan transaksi nasabah yang semakin beragam. Menurutnya, salah satu fokus transformasi BRI saat ini adalah memperkuat funding franchise, khususnya melalui peningkatan dana murah atau CASA.

“Salah satu fokus utama transformasi BRI adalah memperkuat funding franchise, khususnya dana murah atau CASA. Strategi kami dilakukan dengan memperkuat transaksi dan menjadikan BRI semakin relevan dalam aktivitas keuangan sehari-hari nasabah,” ujar Aquarius.

Pengguna BRImo Capai 22,3 Juta

Hingga akhir Triwulan II 2026, jumlah pengguna aktif BRImo mencapai 22,3 juta. Platform tersebut mencatat 3,3 miliar transaksi finansial dengan total volume transaksi mencapai Rp4.166 triliun.

Aktivitas transaksi tersebut mulai memberikan kontribusi terhadap funding dan pendapatan BRI. Sementara melalui BRILink Agen, CASA meningkat 28,6 persen menjadi Rp30,7 triliun. Fee income dari layanan tersebut juga tumbuh 16,3 persen menjadi sekitar Rp915,7 miliar.

Tidak hanya di dalam negeri, BRI juga memperluas layanan kepada masyarakat Indonesia yang berada di luar negeri. Salah satunya melalui peluncuran BRImo Taiwan pada 23 Agustus 2026.

Sejak soft launching pada 22 Maret 2026, BRImo Taiwan telah mencatat lebih dari 1.460 pengguna.

BRImo Taiwan menyediakan layanan mobile banking selama 24 jam sehari dan tujuh hari dalam sepekan. Sejumlah layanan tersedia di dalamnya, mulai dari pengiriman uang ke Indonesia, transfer lokal, pembayaran QR dan kode billing MPN, pengecekan mutasi rekening, hingga konversi valuta asing dari USD ke NTD.

Aquarius menegaskan, ke depan BRI akan terus mengintegrasikan BRImo, merchant, QRIS, BRILink Agen, payroll, dan transaction banking. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat posisi BRI sebagai primary transaction bank bagi seluruh segmen nasabah.

“Bagi kami digitalisasi bukan hanya mengenai jumlah user atau jumlah transaksi. Target akhirnya adalah mengubah transaksi menjadi relationship, relationship menjadi CASA, dan CASA menjadi sumber pertumbuhan yang lebih berkelanjutan bagi BRI,” pungkas Aquarius.

Ia menambahkan, transformasi funding franchise diarahkan agar semakin banyak aktivitas ekonomi nasabah berada dalam ekosistem BRI. Dengan demikian, kemampuan bank dalam membangun dana murah secara organik juga semakin kuat.

Editor : Rahul
tarakan kaltara bri jakarta