Lutut Sakit Saat Naik Tangga Jangan Dianggap Sepele, Belum Tentu karena Pengapuran

Rahul • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 13:44 WIB
Ilustrasi nyeri lutut. (Kansas City Orthopedic Alliance)
Ilustrasi nyeri lutut. (Kansas City Orthopedic Alliance)

JAKARTA – Rasa sakit pada lutut ketika menaiki tangga sering dianggap sebagai hal yang wajar seiring bertambahnya usia. Padahal, keluhan tersebut tidak selalu berkaitan dengan faktor usia atau pengapuran sendi.

Nyeri lutut dapat muncul akibat berbagai kondisi, mulai dari osteoartritis, cedera meniskus dan ligamen, peradangan, hingga gangguan pada otot maupun struktur lain di sekitar sendi.

Keluhan tersebut juga tidak selalu muncul secara tiba-tiba. Pada sebagian orang, rasa sakit berkembang perlahan dan awalnya hanya terasa saat melakukan aktivitas tertentu, seperti naik tangga, berdiri dari posisi duduk, berjalan dalam jarak jauh, atau setelah berolahraga.

Karena intensitasnya masih dapat ditahan, banyak orang memilih mengabaikannya. Padahal, perubahan kebiasaan akibat rasa sakit justru bisa menjadi tanda yang lebih penting untuk diperhatikan.

Contohnya, seseorang yang sebelumnya terbiasa berjalan jauh mulai mengurangi aktivitas tersebut. Ada pula yang mulai menggunakan lift daripada tangga atau menghindari kegiatan tertentu karena khawatir lutut kembali terasa sakit.

Menurut Prof. Nicolaas C. Budhiparama, MD, PhD (LUMC, NL), PhD (UGM, ID), Sp.OT(K), FICS, dokter spesialis ortopedi konsultan yang menangani masalah panggul dan lutut di RS Medistra sekaligus President of Asia Pacific Orthopaedic Association (APOA) 2025–2026, perubahan pola aktivitas tersebut perlu menjadi perhatian.

“Yang perlu diperhatikan bukan hanya seberapa sakit lutut terasa, tetapi apakah keluhan tersebut sudah mulai mengubah cara seseorang bergerak. Kalau sebelumnya bisa naik tangga atau berjalan jauh lalu perlahan mulai menghindarinya, itu sudah menjadi informasi penting bagi dokter untuk mencari tahu penyebabnya,” ujar Nicolaas.

Nyeri Lutut Tak Otomatis Berarti Pengapuran

Osteoartritis atau yang kerap disebut pengapuran memang termasuk salah satu penyebab nyeri pada lutut. Kondisi ini lebih banyak ditemukan pada kelompok usia tertentu. Meski demikian, rasa sakit saat bergerak tidak bisa langsung dijadikan tanda bahwa seseorang mengalami osteoartritis.

Sebuah studi yang dipublikasikan pada 2025 terhadap 3.597 orang dewasa di 15 kota di Indonesia menemukan sekitar 15 persen peserta mengalami osteoartritis lutut.

Angka tersebut menunjukkan bahwa masih terdapat kemungkinan penyebab lain ketika seseorang mengalami nyeri pada lutut.

Cedera meniskus maupun ligamen, peradangan, gangguan otot, hingga masalah pada struktur sendi lainnya juga dapat menimbulkan keluhan serupa. Karena itu, usia tidak dapat dijadikan satu-satunya patokan untuk menentukan penyebabnya.

Perhatikan Pola Nyeri

Bagi dokter, pola munculnya keluhan dapat memberikan informasi penting dalam menentukan penyebab masalah lutut.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain kapan rasa sakit mulai muncul, aktivitas apa yang memicu nyeri, apakah pernah mengalami cedera sebelumnya, serta apakah keluhan tersebut sudah membatasi aktivitas sehari-hari.

Dengan memperhatikan perubahan tersebut, seseorang dapat lebih cepat menyadari bahwa nyeri lutut bukan sekadar keluhan yang harus ditahan. Pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebabnya secara tepat, terutama jika nyeri terus berulang atau mulai mengganggu pergerakan.

Editor : Rahul
tarakan kaltara jakarta