BRI Peduli Berdayakan PMI di Taiwan Lewat Pelatihan Memasak dan Tata Rias

Rahul • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 15:34 WIB
Sejumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) mengikuti kegiatan BRI Peduli Go Global PMI Entrepreneur Academy: Building Skills, Creating Opportunities di Taiwan, 22–23 Agustus 2026.
Sejumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) mengikuti kegiatan BRI Peduli Go Global PMI Entrepreneur Academy: Building Skills, Creating Opportunities di Taiwan, 22–23 Agustus 2026.

 


TAIWAN – BRI Peduli selaku payung dari aktivitas Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) terus memberikan dukungan nyata bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Taiwan melalui program “BRI Peduli Go Global PMI Entrepreneur Academy: Building Skills, Creating Opportunities”.

Program tersebut merupakan rangkaian kegiatan yang memberikan ruang pembelajaran bagi PMI untuk memperoleh keterampilan praktis sekaligus mempersiapkan pengembangan potensi wirausaha dan pilihan karier setelah kembali ke Indonesia.

Rangkaian kegiatan yang diikuti puluhan PMI di Taiwan tersebut dilaksanakan pada Sabtu (22/8/2026) di Deh Yu College of Nursing and Health, Keelung City, Taiwan, melalui kegiatan “PMI Entrepreneur Connect”.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mengikuti workshop dan praktik memasak bersama instruktur dari Keelung District Fishermen’s Association. Peserta mendapatkan pengalaman langsung mulai dari pengenalan bahan, teknik pengolahan, hingga penyajian masakan Taiwan.

Metode praktik diterapkan agar peserta tidak hanya memahami materi, tetapi juga memperoleh pengalaman yang dapat diterapkan dan dikembangkan lebih lanjut menjadi peluang usaha.

Penguatan kapasitas PMI kemudian dilanjutkan pada Minggu (23/8/2026) melalui “Beautypreneur Empowerment Workshop”.

Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan edukasi berupa demonstrasi dan praktik tata rias bersama beauty trainer profesional berkewarganegaraan Indonesia yang berdomisili di Taiwan.

Mengusung konsep Beauty & Inclusivity, kegiatan tersebut menempatkan kecantikan sebagai salah satu bentuk ekspresi diri yang dapat diakses setiap individu. Materi disampaikan secara inklusif dan relevan dengan kebutuhan peserta, tanpa memandang latar belakang maupun tingkat kemampuan dalam menggunakan makeup.

Sifa, salah satu PMI di Taiwan asal Surabaya, mengatakan kegiatan tersebut memberikan pengetahuan dan keterampilan baru, salah satunya dalam mengolah masakan Taiwan yang berpotensi dikembangkan menjadi peluang usaha.

“Kegiatan ini juga mendorong kami sebagai PMI untuk menjadi lebih mandiri, kreatif, dan mampu melihat peluang yang dapat dikembangkan di Indonesia. Saya berharap keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan ini dapat menjadi modal untuk membangun usaha yang berkelanjutan dan meningkatkan perekonomian setelah kembali ke Tanah Air,” ungkapnya.

Sementara itu, Sumarsih, PMI di Taiwan asal Solo, menambahkan program pengembangan kapasitas dari BRI Peduli memberikan manfaat bagi PMI, khususnya dalam memanfaatkan waktu libur dengan kegiatan yang positif dan produktif.

Melalui makeup class, peserta tidak hanya mendapatkan keterampilan untuk mempercantik dan merawat penampilan diri sendiri, tetapi juga memiliki kesempatan mengembangkan kemampuan tersebut menjadi peluang usaha sebagai penata rias.

“Semoga ilmu dan keterampilan yang didapatkan hari ini dapat terus dipraktikkan dan menjadi bekal untuk meningkatkan kepercayaan diri, kemandirian, serta membuka peluang usaha di masa depan,” imbuhnya.

Corporate Secretary BRI Dhanny menjelaskan, BRI telah memiliki roadmap pemberdayaan PMI yang dilakukan secara berkelanjutan.

“BRI hadir mendampingi perjalanan diaspora Indonesia, terutama PMI, secara menyeluruh tidak hanya sebagai penyedia layanan keuangan, tetapi juga sebagai bagian dari proses pemberdayaan. Melalui program CSR, literasi keuangan, dan pengembangan keterampilan kewirausahaan, BRI mendorong diaspora untuk memanfaatkan penghasilan dan remitansi secara lebih produktif, mulai dari memenuhi kebutuhan keluarga hingga membangun tabungan, investasi, aset, dan modal usaha di Indonesia,” ujar Dhanny.

“Pada akhirnya, BRI ingin memastikan bahwa apabila selesai bekerja di luar negeri, PMI tidak hanya sekadar pulang ke Indonesia, tetapi pulang dengan kehidupan yang lebih sejahtera. Diaspora diharapkan kembali dengan keterampilan, aset, dan kemampuan berwirausaha yang lebih kuat sehingga dapat memperkuat ekonomi dan menciptakan lapangan kerja,” pungkas Dhanny.

Editor : Rahul
PMI Taiwan bri