Pertumbuhan Bisnis Digital Bank Raya Makin Kuat di Kuartal II/2026, Laba Bersih Capai Rp12,01 Miliar

Rahul • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 13:02 WIB
(Bank Raya for Radar Tarakan)
(Bank Raya for Radar Tarakan)

 

Jakarta, 30 Juli 2026 – PT Bank Raya Indonesia Tbk (kode emiten: AGRO) kembali membukukan kinerja keuangan yang solid pada Kuartal II 2026 seiring pertumbuhan bisnis digital yang semakin menguat. Pada periode tersebut, Bank Raya berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp12,01 miliar. Pertumbuhan ini ditopang oleh peningkatan bisnis kredit digital yang mencerminkan pertumbuhan pembiayaan yang tetap terjaga.

Di sisi pendanaan, pertumbuhan bisnis Bank Raya turut didukung oleh peningkatan Digital Saving yang mencapai Rp2,47 triliun atau tumbuh 66,4 persen (year on year/yoy), serta peningkatan transaksi di Aplikasi Raya sebesar 41,2 persen hingga mencapai 3 juta transaksi. Peningkatan transaksi tersebut mencerminkan semakin luasnya pemanfaatan fitur pengelolaan keuangan di Aplikasi Raya oleh masyarakat.

Meningkatnya adopsi produk digital Bank Raya juga mendorong pertumbuhan dana murah (CASA). Hingga Kuartal II 2026, rasio CASA Bank Raya meningkat menjadi 38,09 persen, dibandingkan 29,72 persen pada Kuartal II 2025.

Bank Raya juga terus mencatatkan pertumbuhan yang kuat pada bisnis kredit digital. Hingga Kuartal II 2026, penyaluran kredit digital mencapai Rp16,46 triliun, meningkat 22,6 persen (yoy), dengan outstanding kredit digital mencapai Rp3,17 triliun atau tumbuh 21,2 persen (yoy). Hal ini mencerminkan konsistensi pertumbuhan bisnis digital Bank Raya sejalan dengan transformasi yang dilakukan, khususnya dalam pengembangan ekosistem digital dan peningkatan kualitas layanan bagi nasabah.

Salah satu kontributor utama pertumbuhan tersebut berasal dari Pinang Dana Talangan, solusi pembiayaan digital yang ditujukan bagi Agen BRILink dan Agen Gadai. Hingga Kuartal II 2026, penyaluran Pinang Dana Talangan mencapai Rp14,67 triliun atau tumbuh 29,1 persen (yoy) kepada sekitar 69 ribu Agen BRILink dan Agen Gadai. Sementara itu, outstanding pembiayaan meningkat signifikan menjadi Rp1,19 triliun atau tumbuh 48,8 persen (yoy).

Direktur Utama Bank Raya, Ida Bagus Ketut Subagia, mengatakan, “Kinerja pada Kuartal II 2026 mencerminkan konsistensi Bank Raya dalam mendorong pertumbuhan bisnis digital sejalan dengan komitmen perusahaan dalam bertransformasi digital. Melalui berbagai inovasi layanan dan penguatan ekosistem digital, kami terus mendorong pertumbuhan bisnis yang sehat sekaligus menghadirkan pengalaman perbankan yang semakin mudah, aman, dan relevan bagi masyarakat.”

Di tengah pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, Bank Raya juga terus menjaga fundamental keuangan yang sehat. Hal ini tercermin dari peningkatan Net Interest Margin (NIM) sebesar 104 basis poin menjadi 5,95 persen, yang menunjukkan semakin optimalnya pengelolaan aset produktif dan sumber pendanaan.

Dari sisi likuiditas, rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat sebesar 83,31 persen, Liquidity Coverage Ratio (LCR) sebesar 444,63 persen, serta Net Stable Funding Ratio (NSFR) sebesar 166,46 persen, jauh di atas ketentuan minimum 100 persen. Sementara itu, rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) mencapai 40,8 persen, jauh di atas ketentuan regulator sehingga memberikan ruang yang memadai bagi Bank Raya untuk terus mengembangkan bisnis secara sehat dan berkelanjutan.

Inovasi Digital Jadi Motor Pertumbuhan

Sebagai bagian dari komitmen menghadirkan inovasi digital yang relevan dengan kebutuhan nasabah, Bank Raya terus mengembangkan fitur-fitur yang mendorong kebiasaan finansial dan gaya hidup sehat.

Salah satu inovasi terbaru adalah Raya Active, fitur pada Aplikasi Raya yang mengintegrasikan aktivitas fisik dengan kebiasaan menabung. Melalui Raya Active, nasabah dapat menetapkan target harian berupa jumlah langkah, jarak tempuh, atau kalori yang terbakar untuk dihubungkan dengan fitur menabung otomatis.

Fitur ini terintegrasi dengan Health Connect di perangkat Android dan Apple Health di iOS, sehingga aktivitas fisik yang tercatat menjadi acuan dalam menghitung tabungan secara otomatis sesuai target yang telah ditetapkan.

Dengan mekanisme tersebut, Raya Active membantu nasabah membangun dua kebiasaan positif sekaligus, yakni disiplin menjalani gaya hidup sehat dan disiplin menabung. Proses menabung dilakukan secara otomatis setelah target aktivitas harian tercapai, sehingga nasabah dapat menabung secara konsisten tanpa perlu melakukannya secara manual.

Selain menghadirkan pengalaman perbankan yang lebih personal dan interaktif, Raya Active juga mendorong perubahan perilaku finansial melalui pendekatan yang sederhana, menyenangkan, dan berkelanjutan.

Kehadiran Raya Active menjadi bagian dari upaya Bank Raya dalam memperluas pemanfaatan layanan perbankan digital yang lebih personal, interaktif, dan berbasis gaya hidup. Inovasi ini melengkapi ekosistem fitur pengelolaan keuangan di Aplikasi Raya

Editor : Rahul
tarakan kaltara Bank Raya