BRI Peduli Tanam 24 Ribu Mangrove di Karawang, Perkuat Perlindungan Pesisir dari Abrasi

Rahul • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 06:52 WIB
PEDULI LINGKUNGAN: Perwakilan BRI Peduli bersama Kelompok Tani dan Nelayan Cemara Laut berfoto usai kegiatan penanaman mangrove di kawasan pesisir Dusun Sompek, Desa Tanjungpakis, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia. Sebanyak 24.000 pohon mangrove ditanam sebagai upaya mencegah abrasi, menyerap karbon, dan menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir. FOTO: DOK. BRI
PEDULI LINGKUNGAN: Perwakilan BRI Peduli bersama Kelompok Tani dan Nelayan Cemara Laut berfoto usai kegiatan penanaman mangrove di kawasan pesisir Dusun Sompek, Desa Tanjungpakis, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia. Sebanyak 24.000 pohon mangrove ditanam sebagai upaya mencegah abrasi, menyerap karbon, dan menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir. FOTO: DOK. BRI

 

KARAWANG – Memperingati Hari Mangrove Sedunia yang jatuh setiap 26 Juli, BRI Peduli sebagai payung Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali menegaskan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui penanaman 24.000 pohon mangrove di kawasan pesisir Dusun Sompek, Desa Tanjungpakis, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Kegiatan tersebut melibatkan Kelompok Tani dan Nelayan Cemara Laut sebagai mitra pelaksana dalam upaya memulihkan kawasan pesisir yang terdampak abrasi sekaligus membangun benteng alami untuk mencegah erosi, gelombang pasang, dan intrusi air laut.

Program ini juga mengoptimalkan fungsi mangrove sebagai penyerap karbon biru (blue carbon) guna mendukung target penurunan emisi nasional serta implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Selain menjaga kelestarian lingkungan, penanaman mangrove diharapkan mampu meningkatkan keberlanjutan mata pencaharian nelayan dan petambak melalui keterlibatan aktif masyarakat dalam proses penanaman hingga pemeliharaan.

Penanaman di Karawang merupakan bagian dari program BRI Menanam – Grow & Green. Hingga kini, BRI Peduli telah menanam sebanyak 99.500 pohon mangrove dan cemara laut di sejumlah wilayah, yakni Muara Gembong, Tuban, Rote Ndao, dan Tanjung Pakis, Karawang.

Secara keseluruhan, program tersebut berpotensi menurunkan emisi karbon hingga 55,84 ton, sekaligus memperkuat komitmen BRI dalam mendukung pemulihan ekosistem pesisir Indonesia melalui penerapan prinsip ESG.

Ketua Kelompok Tani dan Nelayan Cemara Laut Karawang, Atam, mengatakan kolaborasi bersama BRI Peduli semakin memperkuat semangat masyarakat untuk menjaga kawasan pesisir secara gotong royong.

Menurutnya, mangrove memiliki peran penting sebagai pelindung alami pantai dari abrasi, peredam gelombang laut, sekaligus habitat berbagai biota pesisir yang menopang kehidupan masyarakat nelayan.

“Saya tinggal di sini sudah cukup lama. Dulu ombaknya masih kecil, sekarang semakin besar dan semakin dekat. Karena itu mangrove sangat penting untuk mencegah abrasi, meredam gelombang laut, sekaligus menjaga biota laut,” ujar Atam.

Ia menambahkan, program Grow & Green tidak hanya menghadirkan kegiatan penanaman mangrove, tetapi juga memberikan semangat baru bagi masyarakat untuk terus merawat kawasan pesisir.

“Alhamdulillah, BRI Peduli hadir melalui program Grow & Green. Kami merasa tidak sendiri. Bersama program ini kami bisa terus menanam dan merawat mangrove demi lingkungan yang lebih baik,” katanya.

Sementara itu, Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi menegaskan BRI secara konsisten mendukung pelestarian kawasan pesisir melalui berbagai program keberlanjutan.

Menurutnya, hutan mangrove berfungsi sebagai benteng alami yang efektif mencegah abrasi, menahan gelombang pasang, dan mengurangi intrusi air laut sehingga memberikan manfaat besar bagi lingkungan maupun masyarakat sekitar.

“Hutan mangrove merupakan benteng alami kawasan pesisir yang efektif mencegah abrasi, menahan gelombang pasang, serta mengurangi intrusi air laut. Ini menjadi bukti nyata komitmen BRI dalam menjaga ekosistem pesisir sekaligus mendukung keberlanjutan kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Hendy menambahkan, program tersebut tidak berhenti pada kegiatan penanaman semata. BRI juga melakukan monitoring dan pendampingan secara berkelanjutan bersama organisasi non-profit dan masyarakat setempat guna memastikan pohon mangrove tumbuh optimal.

“Kami juga memberdayakan kelompok tani setempat agar program ini menjadi bagian dari praktik pembangunan berkelanjutan, mulai dari pelestarian lingkungan, penyerapan karbon, pemberdayaan masyarakat, hingga peningkatan perekonomian warga,” pungkasnya.

Editor : Rahul
Karawang tarakan kaltara mangrove bri