SUKOHARJO – Kesuksesan sebuah usaha sering kali berawal dari keberanian melihat peluang. Hal itulah yang tergambar dalam perjalanan CV Swakarya Jaya Furniture, usaha mebel asal Sukoharjo, Jawa Tengah, yang berhasil menembus pasar internasional setelah dirintis dari nol pada 2020.
Pemilik usaha, Febrina Lossu, memulai bisnisnya dengan memanfaatkan peluang ekspor produk mebel Indonesia. Berbekal tekad dan semangat belajar, ia mempelajari industri kayu serta pasar ekspor secara mandiri. Meski tanpa modal besar maupun fasilitas produksi sendiri, Febrina membangun usahanya secara bertahap hingga mampu menjangkau pasar global.
"Karena melihat adanya peluang ekspor kayu atau mebel, saya memberanikan diri mempelajari industri mebel dan pasar ekspor. Dari situ saya mulai mencari buyer agar usaha ini bisa berkembang," ujar Febrina.
Perjalanan tersebut tidak selalu berjalan mulus. Keterbatasan modal menjadi tantangan terbesar pada awal usaha. Bahkan, seluruh proses dijalankan tanpa memiliki tempat produksi sendiri. Seiring berkembangnya bisnis, tantangan berikutnya bergeser pada upaya memperluas jaringan dan mendapatkan buyer baru agar produk tetap mampu bersaing di pasar internasional.
"Kendala utama kami adalah keterbatasan modal karena usaha ini benar-benar dimulai dari nol tanpa tempat produksi sendiri. Saat ini tantangan terbesar adalah mencari buyer baru," katanya.
Di tengah berbagai tantangan tersebut, Febrina terus meningkatkan kapasitas usahanya melalui berbagai pelatihan. Salah satunya dengan mengikuti Pelatihan Ekspor yang diselenggarakan oleh BRI Peduli.
Melalui program tersebut, pelaku UMKM mendapatkan pembekalan mengenai proses ekspor secara menyeluruh, mulai dari penyusunan dokumen ekspor, mekanisme pembayaran internasional, hingga tata kelola pengiriman barang agar transaksi berjalan lebih aman dan meminimalkan risiko. Bagi Febrina, pelatihan tersebut membuka wawasan baru sekaligus memberikan bekal praktis yang dapat langsung diterapkan dalam kegiatan usahanya.
"Setelah mengikuti pelatihan, saya jadi memahami banyak hal yang sebelumnya belum saya ketahui. Sekarang saya lebih mengerti tentang dokumen ekspor, sistem pembayaran, hingga jasa pengiriman. Pengetahuan ini sangat membantu karena membuat proses ekspor menjadi lebih aman dan meminimalkan risiko," ungkapnya.
Bekal pengetahuan tersebut dipadukan dengan konsistensi menjaga kualitas produk serta memperluas jaringan pasar. Hasilnya, CV Swakarya Jaya Furniture kini berhasil mengekspor produknya ke Spanyol dan Amerika Serikat.
Bagi Febrina, perjalanan usahanya membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk bermimpi besar. Keberanian memulai dari nol, kemauan untuk terus belajar, serta dukungan program pengembangan kapasitas menjadi modal penting dalam membawa produk lokal Indonesia bersaing di pasar global.
Di kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengatakan BRI melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli terus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu berkembang dan naik kelas melalui Program Pelatihan Ekspor.
Program tersebut bertujuan meningkatkan kesiapan pelaku UMKM untuk memasuki pasar internasional melalui pemahaman mengenai strategi ekspor, regulasi perdagangan global, penyusunan dokumen ekspor, riset pasar, hingga pengemasan dan branding produk sesuai standar internasional.
"Kisah CV Swakarya Jaya Furniture menjadi salah satu contoh bahwa ketika semangat pelaku UMKM bertemu dengan akses pembelajaran yang tepat, peluang untuk tumbuh dan menjangkau pasar internasional akan semakin terbuka," tegas Dhanny.
Editor : Rahul