CIMAHI – Tidak sedikit usaha yang lahir dari masa-masa sulit. Begitu pula dengan BUNCY, usaha rumahan milik Lucy Emilda yang mulai dirintis pada 2020 ketika pandemi memaksa banyak orang mencari cara untuk tetap bertahan. Dari dapur sederhana di Cimahi, Jawa Barat, Lucy mulai mengolah cheese stick dengan harapan menghadirkan camilan yang disukai banyak orang sekaligus menjadi penopang ekonomi keluarga.
Berawal dari usaha rumahan, BUNCY terus berkembang dengan mengedepankan cita rasa dan kualitas pada setiap produk yang dihasilkan. Di balik setiap kemasan cheese stick, tersimpan semangat untuk menghadirkan camilan yang dapat dinikmati semua kalangan sekaligus membawa manfaat bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.
Namun, membangun sebuah usaha bukanlah perjalanan yang selalu mudah. Di tengah persaingan industri makanan ringan yang semakin ketat, membangun kepercayaan konsumen menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Lucy dalam mengembangkan usahanya.
Baginya, kepercayaan merupakan modal penting agar sebuah produk dapat diterima masyarakat. Karena itu, sertifikasi halal menjadi salah satu langkah yang diyakini mampu memperkuat kepercayaan tersebut sekaligus meningkatkan daya saing usaha.
"Usaha kuliner, khususnya yang telah memiliki sertifikat halal, lebih mudah mendapatkan kepercayaan konsumen," ujarnya.
Selain memberikan rasa aman bagi konsumen, sertifikasi halal juga membawa perubahan bagi Lucy sebagai pelaku usaha. Ia mengaku menjadi lebih percaya diri saat memperkenalkan produknya kepada calon pembeli maupun mitra usaha.
Melalui fasilitasi Program Sertifikasi Halal BRI, BUNCY memperoleh kesempatan untuk melengkapi legalitas usahanya. Sertifikat halal menjadi pijakan awal bagi Lucy untuk melangkah lebih jauh dalam mengembangkan bisnisnya.
Setelah memperoleh sertifikasi halal, Lucy melanjutkan pengurusan Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) agar produknya memiliki legalitas yang semakin lengkap dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
"Setelah memiliki Sertifikasi Halal, saya lanjut mengurus Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Dengan kelengkapan tersebut, saya bisa memperluas jangkauan pasar dan berdampak pada peningkatan revenue usaha saya," cerita Lucy.
Bagi Lucy, manfaat program ini tidak hanya terletak pada sertifikat yang diterima, tetapi juga pada proses pendampingan yang membuat seluruh tahapan pengurusan terasa lebih mudah. Mulai dari persyaratan hingga administrasi, setiap proses dilalui dengan arahan yang jelas sehingga pelaku usaha dapat lebih fokus mengembangkan bisnisnya.
"Terima kasih kepada BRI yang telah memfasilitasi saya mendapatkan sertifikat halal. Dengan kemudahan persyaratan, administrasi, serta pendampingan dari petugas, saya merasa sangat terbantu. Usaha saya benar-benar merasakan manfaat dari program ini," imbuhnya.
Kini, BUNCY terus melangkah dengan keyakinan yang lebih besar. Dari sebuah dapur sederhana di Cimahi, usaha yang lahir di tengah pandemi ini membuktikan bahwa kesempatan dan pendampingan yang tepat mampu membantu pelaku UMKM tumbuh lebih percaya diri, memperluas pasar, dan berkembang secara berkelanjutan.
Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengatakan BRI melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli terus membantu pelaku UMKM melalui pelatihan dan fasilitasi sertifikasi halal agar mampu bersaing di pasar.
Melalui program tersebut, BRI berharap pelaku UMKM dapat menjaga mutu produk, memperluas akses pasar, dan semakin siap naik kelas.
Editor : Rahul"Kisah Lucy dan produk BUNCY menjadi contoh nyata pelaku UMKM yang mendapatkan manfaat dari pelatihan sertifikasi halal yang diselenggarakan BRI Peduli. Kami akan terus membantu pelaku UMKM di berbagai daerah untuk memperluas akses pasar dan mendorong UMKM naik kelas," tegas Dhanny.