0 Kaltara Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Tak Semua Pasang Ring Jantung Sama, Penanganan Disesuaikan dengan Letak Sumbatan

Rahul • Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:40 WIB

Tindakan operasi untuk mengatasi sumbatan pembuluh darah jantung.

Tindakan operasi untuk mengatasi sumbatan pembuluh darah jantung.

JAKARTA – Prosedur pemasangan ring jantung atau Percutaneous Coronary Intervention (PCI) tidak selalu dilakukan dengan metode yang sama pada setiap pasien. Dokter akan menentukan teknik yang digunakan berdasarkan lokasi penyumbatan, tingkat kerumitan kasus, serta kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari Mayapada Hospital Kuningan, dr. Amir Aziz Alkatiri, SpJP(K), FIHA, FAsCC, FSCAI, menjelaskan bahwa salah satu kondisi yang membutuhkan perhatian khusus adalah lesi bifurkasi, yaitu penyumbatan yang terjadi di titik percabangan pembuluh darah jantung.

Menurutnya, penanganan lesi bifurkasi lebih kompleks karena dokter tidak hanya harus membuka pembuluh darah utama yang tersumbat, tetapi juga memastikan aliran darah ke pembuluh cabang tetap lancar setelah tindakan dilakukan.

"Strategi PCI harus disesuaikan dengan bentuk anatomi serta karakteristik pembuluh darah setiap pasien agar hasil pengobatan lebih optimal dan bertahan dalam jangka panjang," jelas dr. Amir.

Ia menambahkan, tidak semua kasus memerlukan jumlah stent yang sama. Pada kondisi yang relatif sederhana, satu stent sudah cukup untuk mengatasi penyumbatan. Namun, pada kasus yang lebih rumit, dokter dapat memilih teknik dua stent atau pendekatan lain guna menjaga aliran darah tetap optimal di pembuluh utama maupun cabangnya.

Untuk membantu menentukan metode terbaik, dokter dapat memanfaatkan teknologi pencitraan dari dalam pembuluh darah seperti Intravascular Ultrasound (IVUS) dan Optical Coherence Tomography (OCT). Pemeriksaan ini memungkinkan dokter melihat ukuran pembuluh darah, sebaran plak, hingga posisi stent secara lebih rinci sehingga tindakan menjadi lebih akurat.

Selain lokasi penyumbatan, pemilihan terapi juga mempertimbangkan berbagai faktor lain, seperti gejala yang dialami pasien, luas area otot jantung yang terdampak, fungsi ginjal, risiko perdarahan, hingga kemungkinan perlunya operasi bypass. Pada kondisi tertentu, keputusan terapi melibatkan tim dokter dari berbagai disiplin ilmu agar penanganan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasien.

Sementara itu, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Mayapada Hospital Tangerang, dr. Aron Husink, Sp.JP, Subsp.KI (K), FIHA, FSCAI, menegaskan bahwa keberhasilan pemasangan ring jantung tidak hanya ditentukan oleh prosedur itu sendiri.

Menurutnya, pasien tetap harus menjalani pengobatan sesuai anjuran dokter serta menerapkan gaya hidup sehat untuk mengendalikan faktor risiko penyakit jantung. Pemasangan stent memang membantu melancarkan kembali aliran darah ke jantung, tetapi tidak menghilangkan penyebab utama penyakit apabila pola hidup tidak diperbaiki.

Mayapada Hospital menyediakan layanan Cardiovascular Center yang menangani pasien penyakit jantung secara menyeluruh, mulai dari deteksi dini, diagnosis, tindakan intervensi, bedah jantung, hingga rehabilitasi. Penanganan didukung oleh tim dokter spesialis dan subspesialis jantung serta fasilitas modern, termasuk Cath Lab, layanan Cardiac Emergency 24 jam, dan Chest Pain Unit untuk mempercepat diagnosis serta penanganan kasus jantung darurat.

 
 
Editor : Rahul
#tarakan #kaltara #jakarta