TARAKAN – PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap maraknya akun media sosial yang mengatasnamakan BRI dan menawarkan program “bantuan dana hibah” maupun “KUR online”.
Melalui keterangan resminya, BRI menegaskan bahwa informasi yang beredar tersebut merupakan hoaks dan tidak memiliki hubungan dengan produk, layanan, ataupun program resmi Perseroan.
Baca Juga: Olahan Salak Lokal Mendunia, BRI Antar SALAKU Tembus Pasar Global di FHA 2026 Singapura
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyampaikan bahwa BRI tidak pernah meminta masyarakat melakukan pendaftaran melalui akun tidak resmi, mentransfer sejumlah dana, ataupun memberikan data pribadi dan data perbankan.
“BRI tidak pernah meminta data rahasia nasabah seperti PIN, password, kode OTP, maupun informasi pribadi lainnya,” tegasnya.
Selain itu, BRI juga memastikan tidak pernah menggunakan tokoh maupun pejabat pemerintah dalam promosi produk dan jasa yang ditawarkan kepada masyarakat.
Baca Juga: UMKM Papua “Japamo” Tembus Pasar Global di FHA 2026, Didukung Penuh oleh BRI
BRI mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan digital yang semakin marak terjadi di media sosial.
Masyarakat diminta untuk selalu melakukan verifikasi informasi melalui kanal resmi BRI, seperti website resmi, akun media sosial terverifikasi, Contact BRI 1500017, maupun kantor unit kerja BRI terdekat.
Baca Juga: Dividen BRI Cair Hari Ini, Investor Panen Cuan
BRI berharap masyarakat tidak mudah percaya terhadap penawaran bantuan dana ataupun pinjaman online yang mencatut nama perusahaan dan meminta data pribadi maupun sejumlah uang.
Editor : Rahul