Program Listrik Perdesaan (Lisdes) yang digagas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjadi salah satu pilar Asta Cita Kabinet Merah Putih, khususnya dalam mewujudkan swasembada energi serta pemerataan pembangunan hingga ke wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T).
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menghadirkan akses listrik ke seluruh desa di Indonesia paling lambat pada 2029–2030.
“Masih ada saudara kita yang belum menikmati listrik. Insya Allah, kita akan selesaikan dalam lima tahun ke depan,” tegas Prabowo saat meresmikan Proyek Kelistrikan di PLTA Jatigede, Sumedang, Jawa Barat, Senin (20/1/2025), sebagaimana keterangan tertulis Kementerian ESDM, Kamis (18/12/2025).
Prabowo menyampaikan bahwa ia menerima laporan dari Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengenai masih adanya ribuan dusun dan desa yang belum berlistrik. Berdasarkan roadmap Listrik Perdesaan yang disusun Kementerian ESDM, hingga saat ini terdapat 10.068 lokasi yang belum menikmati akses listrik. Jumlah tersebut terdiri atas 5.758 desa yang belum tersedia akses listrik PLN serta 4.310 lokasi yang berada di desa dengan sebagian wilayahnya telah teraliri listrik PLN.
Untuk menuntaskan hal tersebut, pemerintah menyiapkan Program Lisdes dengan kebutuhan anggaran sebesar Rp61,65 triliun pada periode 2025–2029. Wilayah Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara menjadi fokus utama dengan porsi investasi mencapai Rp41,57 triliun atau sekitar 67 persen dari total kebutuhan nasional. Penyediaan listrik akan dilakukan secara bertahap melalui skema yang disesuaikan dengan kondisi geografis dan sosial masyarakat setempat.
Menindaklanjuti arahan Presiden, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025–2034 memberikan perhatian besar pada program listrik perdesaan. Daerah 3T ditargetkan dapat menikmati layanan listrik selama 24 jam penuh pada tahun 2030.
“Arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto agar desa-desa yang belum berlistrik segera dipasangi listrik. Program ini akan kita selesaikan hingga 2029 dan mulai kita kerjakan secara bertahap dari sekarang,” ujar Bahlil saat pengumuman RUPTL PLN (Persero) 2025–2034 di Jakarta, Senin (26/5/2025), sebagaimana keterangan tertulis Kementerian ESDM, Kamis (18/12/2025).
Pada tahun 2025, Kementerian ESDM mulai mengeksekusi Program Lisdes dengan dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp3,62 triliun. Program ini direncanakan dibangun di 1.285 lokasi dengan potensi calon pelanggan sekitar 77.616 rumah tangga.
Kementerian ESDM menegaskan bahwa pelaksanaan Program Lisdes tidak dipungut biaya dalam bentuk apa pun. Masyarakat diimbau untuk melaporkan jika menemukan pungutan atau indikasi penyimpangan melalui Contact Center ESDM 136 atau email infogatrik@esdm.go.id.
(RA)
Editor : Azwar Halim