Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Dari Ibu Rumah Tangga Jadi Pengusaha Batik Ternama, Datik Daryanti Bangkit Lewat BRIncubator BRI

Radar Tarakan • Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:41 WIB
Photo
Photo

Tangerang Selatan – Anggapan bahwa batik hanya cocok dipakai oleh orang tua atau terkesan kaku sudah tidak relevan lagi.

Di era modern, batik justru semakin menemukan napas baru lewat tangan-tangan kreatif pelaku UMKM yang menyulap kain tradisional ini menjadi busana stylish, trendi, dan bisa dipakai sehari-hari.

Salah satu sosok yang berperan menjaga sekaligus memperkaya tradisi batik adalah Datik Daryanti, pendiri Datik Batik dari Tangerang Selatan, Banten.

Berawal dari kecintaannya pada batik, Datik — yang sebelumnya seorang ibu rumah tangga — memantapkan langkah untuk menekuni dunia fesyen dengan mendirikan Datik Batik pada tahun 2012.

 

Usaha ini semula dibina oleh Dinas Koperasi & UKM serta Dinas Perindustrian & Perdagangan Kota Tangerang Selatan. Perlahan namun pasti, nama Datik Batik kian dikenal masyarakat, terutama di wilayah Tangerang Selatan dan sekitarnya.

 

Kini, Datik Batik menghadirkan beragam produk mulai dari kain, dress, kemeja, outer, hingga aksesori seperti kipas tangan. Semua dibuat dengan metode hand-printing, cap, maupun tulis.

Nama yang diusung pun sederhana namun sarat makna — “Datik” berasal dari nama sang pendiri, sedangkan “Batik” menggambarkan produk utama yang dihasilkan. Dari sinilah lahir sebuah brand yang khas, mudah diingat, dan berkarakter.

 

“Ciri khas Datik Batik terletak pada motifnya yang mengusung kearifan lokal, dipadukan dengan nuansa modern. Saya banyak terinspirasi dari simbol-simbol khas Tangerang Selatan, mulai dari anggrek vandoglas, kacang, kopi, bambu, hingga rumah blandongan,” ungkap Datik.

 

Karya-karya Datik Batik tak hanya diproduksi, tetapi juga kerap tampil dalam berbagai ajang fashion show, baik yang diselenggarakan pemerintah maupun swasta.

Pada peringatan Hari Batik Nasional 2024 misalnya, Datik Batik tampil dalam peragaan busana di Swiss-Belhotel Serpong, acara yang juga dihadiri Ibu Wali Kota Tangerang Selatan beserta jajaran.

 

Menengok ke belakang, Datik Batik juga dipercaya memproduksi seragam bermotif batik untuk berbagai acara pemerintahan hingga hiburan. Bahkan pada 2022, desain batik Datik pernah dipakai oleh Puteri Indonesia Banten 2022, yang menjadi pencapaian membanggakan bagi sang perajin.

 

 

 

 

Terus Berkembang Bersama Pendampingan BRIncubator

 

 

Tahun 2025 menjadi tonggak baru bagi Datik saat ia bergabung dengan program BRIncubator di bawah naungan Rumah BUMN BRI Jakarta. Ia mengaku, program ini sangat membuka wawasannya, terutama dalam hal pemasaran, branding, dan manajemen keuangan.

 

“Selama ikut pelatihan dua minggu, saya belajar banyak dari mentor-mentor luar biasa. Mulai dari pemasaran, penjualan, sampai cara mengelola keuangan usaha secara efisien,” jelasnya.

 

Dulu, Datik menganggap cukup hanya mencatat pemasukan dan pengeluaran. Namun lewat BRIncubator, ia menyadari bahwa bisnis perlu dikelola secara detail karena hal-hal kecil pun bisa berdampak besar.

 

Peserta yang lolos kurasi program BRIncubator kemudian mengikuti pelatihan intensif dan mendapatkan pendampingan berkelanjutan seperti pemberian materi strategi pemasaran, branding, hingga pengelolaan keuangan.

 

Tak hanya dari sisi ilmu, Datik juga merasakan manfaat finansial, yakni memperoleh pendanaan usaha. Dengan dana tersebut, ia mampu meningkatkan produksi dan penjualan produknya.

 

“BRI melalui program BRIncubator menghadirkan mentor-mentor berpengalaman sehingga UMKM bisa terus memperbaiki apa yang kurang dan apa yang perlu ditingkatkan. Sebagai pelaku UMKM, saya juga diberikan kesempatan luas untuk ikut pameran-pameran bergengsi. Dengan begitu, produk fesyen batik saya bisa semakin dikenal dan menjangkau pasar yang lebih besar,” pungkasnya.

 

 

 

Pada kesempatan terpisah, Direktur Mikro BRI Akhmad Purwakajaya menyampaikan bahwa BRIncubator merupakan program pelatihan dan pendampingan bagi UMKM binaan Rumah BUMN yang telah melalui proses kurasi. Program ini berfokus pada peningkatan kapasitas dan kapabilitas pelaku usaha agar siap menembus pasar ekspor.

 

BRIncubator menjadi wujud nyata komitmen BRI dalam membantu UMKM untuk berkembang dan naik kelas. Melalui pelatihan yang terarah dan sistematis serta pendampingan berkelanjutan, program ini dirancang agar UMKM dapat tumbuh secara berkelanjutan.

 

“Melalui peningkatan literasi, digitalisasi, dan kemudahan akses, UMKM didorong untuk memperkuat daya saing dan menghasilkan nilai tambah di pasar,” pungkasnya.P

Editor : Azwar Halim
#kaltara #bri #jakarta