Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Kukuhkan Posisi jadi Produsen BBM Ramah Lingkungan

Radar Tarakan • Selasa, 11 Februari 2025 | 11:00 WIB
RAMAH LINGKUNGAN: Salah satu BBM ramah lingkungan yang diproduksi di kilang PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), yakni Marine Fuel Oil Low Sulphur (MFO LS). (KPI)
RAMAH LINGKUNGAN: Salah satu BBM ramah lingkungan yang diproduksi di kilang PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), yakni Marine Fuel Oil Low Sulphur (MFO LS). (KPI)

JAKARTA - PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) terus mengukuhkan dirinya sebagai produsen produk Bahan Bakar Minyak (BBM) ramah lingkungan. Salah satunya melalui produk Marine Fuel Oil Low Sulphur (MFO LS).

Tercatat empat kilang yang dikelola KPI memiliki kemampuan menghasilkan produk MFO LS yaitu Kilang Dumai, Kilang Balikpapan, Kilang Plaju dan Kilang Cilacap.

"Marine Fuel Oil Low Sulphur atau bahan bakar kapal dengan kandungan sulfur yang rendah merupakan jenis bahan bakar yang digunakan dalam industri perkapalan. Produk ini tentu lebih ramah lingkungan karena memiliki kandungan sulphur yang rendah," kata Corporate Secretary KPI Hermansyah Y Nasroen, dalam keterangan tertulis, Senin (10/2).

 Baca Juga: Berkat Dukungan Pemberdayaan BRI, Usaha Sepatu Lokal Asal Malang Sukses Go Global Ekspor ke 8 Negara

Hermansyah menjelaskan, produk MFO LS semakin memiliki pasar khususnya setelah diberlakukannya peraturan internasional yang ketat terkait emisi sulfur (belerang) dari kapal laut. Standar ini dikeluarkan oleh International Maritime Organization (IMO) pada 2020.

Standar baru IMO ini kemudian dituangkan dalam Keputusan Dirjen Migas No. 0179.K/DJM.S/2019 yang menyatakan pemenuhan pembatasan kadar sulfur pada bahan bakar jenis MFO dimulai efektif sejak 1 Januari 2020.

"Sepanjang tahun 2024, KPI mampu memproduksi MFO LS sebanyak 14,5 juta barel. Dari total produksi tersebut, sekitar 50 persennya diproduksi dari Kilang Dumai," jelas Hermansyah.

 Baca Juga: Program BRI Menanam - Grow dan Green di Tanjung PrepatBerau Berhasil Serap Karbon 2.987 CO2e Kilogram per tahun dan Dorong Ekonomi Masyarakat

Produk MFO LS pertama kali di produksi Kilang Dumai pada tahun 2020. Pada awalnya produk tersebut digunakan untuk keperluan pengisian bahan bakar kapal yang bersandar di jetty Kilang Dumai.

Proses untuk melahirkan produk MFO LS memang memerlukan waktu. Persiapan produksi produk MFO LS dimulai sejak Juli 2019.

Serangkaian proses mulai simulasi tertulis, analisis laboratorium hingga percobaan lapangan telah dilaksanakan hingga akhirnya diluncurkan di Februari 2020. Setelah Kilang Dumai, pada Maret 2022 Kilang Plaju juga memproduksi MFO LS.

 Baca Juga: Beri Kemudahan Perjalanan Ibadah, BRI dan Garuda Indonesia Berkolaborasi Gelar Umrah Travel Fair 2025

"Selanjutnya pada bulan Mei tahun 2024, sumber produksi bertambah dengan kemampuan Kilang Cilacap memproduksi MFO LS. Lifting Perdana telah dilakukan melalui Kapal MT Bloom sebanyak 200 ribu barrel," kata Hermansyah.

Dengan adanya empat kilang yang mampu memproduksi MFO LS, tentunya akan semakin memperkuat rantai pasok ketersediaan produk tersebut. Hal ini menurut Hermansyah tentunya akan menjadi keunggulan kompetitif perusahaan.

"Dengan kemampuan produksi di 4 kilang milik KPI, tentunya akan semakin menjamin kepastian ketersediaan produk," tutup Hermansyah.

 Baca Juga: Tetap Update dan Terkoneksi Saat di Jalan dengan RoadSync Duo pada Honda CUV e:

Sebagai informasi, MFO LS bukanlah satu-satunya produk BBM rendah sulphur yang dihasilkan KPI. Beberapa waktu yang lalu, KPI juga telah memperkenalkan produk BBM jenis gasoil setara Euro 5 dengan merek Diesel X. Produk ini dihasilkan dari Kilang Balongan. (jpg/har)

Editor : Azwar Halim
#bbm #kpi #produsen #jakarta