Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Untuk Beras 10 Kg dan Beras SPHP 5 Kg, Pemerintah Setop Penyaluran Bansos ke Masyarakat

Radar Tarakan • Sabtu, 8 Februari 2025 | 11:00 WIB
SETOP: Warga mendapatkan beras bantuan sosial (bansos) beras secara serentak di Komplek Pergudangan BULOG Kelapa Gading Jakarta Utara, Kamis (6/4/23). (FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS)
SETOP: Warga mendapatkan beras bantuan sosial (bansos) beras secara serentak di Komplek Pergudangan BULOG Kelapa Gading Jakarta Utara, Kamis (6/4/23). (FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS)

JAKARTA - Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) secara resmi melakukan penghentian sementara penyaluran bantuan pangan beras 10 kg dan beras SPHP 5 kg yang efektif mulai berlaku Jumat (7/2) kemarin.

Kepala NFA Arief Prasetyo Adi memastikan keputusan itu telah sejalan dengan hasil Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Bidang Pangan pada 31 Januari lalu yang ditindaklanjuti dengan pengiriman surat kepada Direktur Utama Perum Bulog. Warkat bernomor 31/TS.03.03/K/02/2025 tertanggal 6 Februari.

"Tentu kami di Badan Pangan Nasional menindaklanjuti hasil Rakortas Bidang Pangan, sehingga telah disampaikan surat kepada Bulog untuk menunda bantuan pangan dan SPHP beras. Untuk SPHP beras dihentikan sementara per 7 Februari karena telah berjalan dari Januari," kata Arief dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (7/2).

 Baca Juga: Terkait Dugaan Korupsi Dana CSR BI, Rumah Anggota DPR Heri Digeledah

Untuk realisasi SPHP beras di tingkat konsumen yang sebelumnya dialokasikan 300 ribu ton, sampai 6 Febuari telah tersalurkan 89,2 ribu ton atau 29,74 persen.

Sementara itu untuk bantuan pangan beras 10 kg belum terlaksana dikarenakan masih dalam proses pemutakhiran data Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) sebagai database penerima.

Arief membeberkan, kebijakan ini diambil agar Bulog bisa fokus melakukan penyerapan panen petani hingga 3 juta ton setara beras dan juga sebagai upaya pemerintah menjaga harga petani selama panen raya yang diperkirakan dari Februari sampai April.

 Baca Juga: Dekat dengan Eks Ketua MA Hatta Ali, Harun Masiku Bukan Kader Asli PDIP

Dia pun memastikan bahwa program intervensi beras seperti bantuan pangan dan SPHP selama ini telah menjadi instrumen pengendalian inflasi, terutama inflasi volatile food atau inflasi pangan.

Apalagi terbaru, tingkat inflasi volatile food di Januari 2025 secara bulanan berada di 2,95 persen dan secara tahunan di 3,07 persen.

"Inflasi pangan tersebut terbilang masih cukup stabil dan tidak terlalu menanjak yang sampai melebihi target pemerintah," ujar Arief.

 Baca Juga: Distribusi LPJ 3 Kg ke Pengecer Mulai Lancar

"Ini menimbang sesuai hasil High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Pusat (HLM TPIP) Tahun 2025 pada Jumat (31/1/2025) yang telah menyepakati pergerakan tingkat inflasi komponen volatile food agar dapat berada di kisaran 3 sampai 5 persen," sambungnya.

Lebih lanjut, Arief meminta kepada para pimpinan daerah dan Satgas Pangan Polri dapat membantu pengawasan upaya penyerapan panen petani oleh pemerintah melalui Bulog.

"Selanjutnya pelaksanaan pemberian bantuan pangan beras dan penyaluran SPHP beras kapan kembali digulirkan, akan diputuskan dalam Rakortas Bidang Pangan selanjutnya," pungkasnya. (jpg/har)

Editor : Azwar Halim
#NFA #pemerintah #bansos #jakarta #beras