JAKARTA - Ikhtiar Polri memerangi narkoba terus berlanjut. Terbaru, mereka berhasil mengungkap laboratorium clandestine narkoba terbesar Jawa Barat (Jabar).
Dengan total barang bukti mencapai satu ton, Polri melalui Polres Bogor berhasil menyelamatkan lima juta jiwa dari ancaman narkoba.
Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro menegaskan bahwa keberhasilan itu merupakan bukti komitmen Polri untuk terus mengupayakan pemberantasan narkoba.
Sebagaimana telah diperintahkan oleh Presiden Prabowo Subianto, pemberantasan narkoba adalah harga mati yang tidak bisa ditawar.
”Narkoba adalah masalah global yang sangat kompleks, melibatkan dimensi kesehatan, sosial, ekonomi, dan keamanan. Meskipun penegakan hukum terus dilakukan, tantangan besar datang dari kemajuan teknologi dan perubahan dinamika sosial yang turut mengubah pola produksi, distribusi, dan penyalahgunaan narkoba,” Kata dia saat menyampaikan keterangan kepada awak media pada Rabu (5/2).
Dalam pengungkapan kasus terbaru yang dilakukan oleh Polda Jabar bersama Polres Bogor, Polri berhasil menemukan laboratorium clandestine untuk produksi narkoba jenis tembakau sintetis.
Pabrik narkoba itu berada di wilayah Babakan Madang, Sentul, Kabupaten Bogor. Pengungkapan kasus tersebut kini tercatat sebagai salah satu yang terbesar Jabar.
AKBP Rio Wahyu menyampaikan bahwa pihaknya berhasil mengamankan dua orang tersangka. Masing-masing berinisial HP dan AA. Dari tangan mereka, polisi menyita tembakau sintetis dan biang sintetis siap edar.
Total barang bukti yang disita dalam pengungkapan kasus tersebut sebanyak 50 dus tembakau murni dengan total berat mencapai satu ton.
Bila dikonversi dalam rupiah, barang bukti tersebut bernilai lebih dari Rp 350 miliar. Selain menangkap tersangka HP dan AA, kini polisi juga memburu tersangka lain berinisial B dan E.
”Para tersangka akan dijerat dengan pasal-pasal berat dalam UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana mati atau penjara seumur hidup,” kata Rio Wahyu. (jpg/lim)
Editor : Azwar Halim