Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Politikus Golkar: Tidak Boleh Membuat Rakyat Menderita

Radar Tarakan • Kamis, 6 Februari 2025 | 11:00 WIB
KESULITAN: Warga saat mengantre di Pangkalan LPG 3 Kg Jul Chaidir, Depok, mulai pukul 10.30 WIB. Seluruh masyarakat yang datang secara otomatis langsung mengular mengantre untuk gantian bisa membeli L
KESULITAN: Warga saat mengantre di Pangkalan LPG 3 Kg Jul Chaidir, Depok, mulai pukul 10.30 WIB. Seluruh masyarakat yang datang secara otomatis langsung mengular mengantre untuk gantian bisa membeli L

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk mengaktifkan kembali pengecer LPG 3 kg. Hal ini menyusul terjadinya antrean panjang usai kebijakan pembatasan penjualan LPG 3 kg diterapkan.

"Presiden Prabowo telah menginstruksikan kepada Menteri ESDM untuk mengaktifkan kembali pengecer berjualan Gas LPG 3 Kg, sambil menertibkan pengecer jadi agen sub pangkalan secara parsial," ujar Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Selasa (4/2).

Presiden Prabowo memerintahkan agar kementerian memastikan pengecer tidak menjual harga mahal ke masyarakat. Dia juga mengingatkan agar pengecer tertib.

 Baca Juga: Ipang Wahid Bocorkan Strategi Pemenangan di Pilkada

"Kemudian memproses administrasi dan lain-lain, agar pengecer sebagai agen sub pangkalan harga LPG yang akan dijual ke masyarakat tidak terlalu mahal," imbuhnya.

Sementara, Politikus Partai Golkar Henry Indraguna mendukung kebijakan Presiden Prabowo yang memperbolehkan kembali pengecer berjualan gas 3 Kg. Sebab, kebijakan ini bisa mempermudah masyakarat.

"Kita harus mendukung program Asta Cita Presiden, di mana suatu kebijakan tidak boleh membuat masyarakat menderita. Kita bantu rakyat agar mudah memperoleh gas 3 kg, dengan cara pengecer gas 3 kg dapat kembali beroperasi dengan berganti nama menjadi sub-pangkalan," kata Henry.

 Baca Juga: PKB Ingatkan RI Negara Hukum Bukan Kekuasaan

Menurtnya, kebijakan baru memang harus disosialisasikan kepada masyarakat. Sehingga, masyarakat yang menjalankan kebijakan tersebut tidak kebingungan.

"Saya mendukung agar pemerintah membenahi pengawasan penjualan gas 3 kg bersubsidi, dan pengecer dapat kembali menjual gas LPG 3 kg," imbuhnya.

Henry melihat antrean panjang di agen resmi mulai nampak setelah diberlakukannya pembatasan. Situasi ini harus segera ditangani agar tidak menyulitkan masyarakat.

 Baca Juga: Politikus PDIP Harap Perkuat Kebersamaan dan Toleransi

"Pengecer akan dijadikan sub daripada pangkalan, sehingga dengan aturan-aturan yang ada nanti akan menertibkan harga supaya tidak mahal di masyarakat," jelasnya.

Bahkan di Tangerang ada seorang wanita lanjut usia bernama Yonih, 63, meninggal dunia usai kelelahan mengantre pembelian gas bersubsidi 3 kg di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), pada Senin (3/2). Kondisi ini tidak boleh terulang. (jpg/har)

Editor : Azwar Halim
#golkar #politikus #esdm #jakarta