Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Tren Penjualan Properti Ramah Lingkungan Jadi Incaran

Radar Tarakan • Selasa, 4 Februari 2025 | 13:00 WIB
BANGKIT: Tren penjualan properti ramah lingkungan jadi incaran konsumen. Tampak pengembangan proyek  Ecoverse di Bali. (Istimewa)
BANGKIT: Tren penjualan properti ramah lingkungan jadi incaran konsumen. Tampak pengembangan proyek  Ecoverse di Bali. (Istimewa)

JAKARTA – Pasca pandemi Covid-19, pasar properti Bali mampu bangkit melebihi ekspektasi yang diperkirakan. Saat ini, pembangunan properti di Pulau Dewata terlihat masif dan mengundang daya tarik bagi investor lokal maupun Internasional.

Data Kantor Pariwisata Provinsi Bali menyebut, Pulau Seribu Pura jadi destinasi liburan ikonik di Indonesia, yang dikunjungi 6,3 juta wisatawan asing di sepanjang tahun 2024.

Angka kunjungan ini naik 19,5% secara tahunan, bahkan melampaui tingkat kunjungan sebelum pandemi. Di tahun 2025 ini, Bali diprediksi akan kedatangan tak kurang dari 6,5 juta wisatawan mancanegara.

 Baca Juga: Babak Baru Industri Kesehatan Indonesia, Mayapada Healthcare dan Apollo Hospitals Siapkan Layanan Kesehatan Kelas Dunia

Dengan melonjaknya popularitas Pulau Dewata sebagai tujuan wisata dunia, ada satu tren baru yang muncul seiring dengan booming-nya pasar properti Bali, yakni meningkatnya jumlah pembeli yang mencari sustainability housing.

Data konsultan properti Knight Frank menunjukkan bahwa penjualan properti ramah lingkungan telah meningkat dalam dua tahun terakhir.

Properti hemat energi juga dianggap memiliki nilai investasi jangka panjang yang lebih baik, karena dapat mengurangi biaya operasional, seperti penggunaan listrik dan air.

 Baca Juga: YBM BRILiaN Berhasil Salurkan Dana ZIS Sebesar Rp126,7 Miliar di Sepanjang Tahun 2024

Mengantisipasi tren ini, NPG Indonesia, sebuah perusahaan pengembang yang berbasis di Bali, memberikan pemutakhiran informasi terkait Ecoverse, sebuah hunian modern eco-friendly yang berlokasi tepat di depan gerbang Nuanu Creative City.

Nuanu Creative City yang merupakan sebuah mega proyek di kawasan Nyanyi, Kabupaten Tabanan. Dengan luas 44 hektare, Nuanu merupakan pusat visioner di Bali yang mewujudkan komitmen untuk hidup harmonis.

 Baca Juga: BRI Peduli Salurkan Bantuan ‘Cegah Stunting Itu Penting’, Dukung Upaya Pemerintah Tekan Angka Stunting Indonesia

Nuanu membina komunitas kreator, pemimpin, dan penggerak perubahan yang dinamis, menawarkan ruang yang dirancang dengan cermat untuk pendidikan, seni dan budaya, kesehatan, hiburan, serta kehidupan yang terinspirasi alam.

Bersama-sama, elemen-elemen yang saling terhubung ini membentuk ekosistem tanpa hambatan yang mendorong kolaborasi, kreativitas, dan hubungan yang bermakna.

Ecoverse sendiri merupakan kompleks hunian yang menghadirkan 35 unit apartemen dan 16 unit townhouse setinggi 2 dan 3 lantai, yang menawarkan kenyamanan luar biasa melalui konstruksi bangunan berkualitas tinggi serta keharmonisan dengan alam sekitar.

 Baca Juga: Mayapada Hospital Nusantara Pastikan Layanan Kesehatan dan Keselamatan Kerja Bersama BPJS Ketenagakerjaan

“Progres pembangunan saat ini sudah mencapai 50% dan jika sudah rampung, Ecoverse akan menjadi hunian ramah lingkungan pertama yang berdiri di depan Nuanu Creative City,” kata General Manager NPG Indonesia, Evgeny Obolentsev.

Ia menambahkan, nantinya seluruh penghuni akan dapat menikmati berbagai fasilitas yang disediakan oleh Nuanu Creative City, seperti ProEd Global School, Luna Beach Club, Lumeira Spa, area taman, serta jalur pejalan kaki yang dapat ditempuh hanya dengan beberapa menit.

Evegeny menekan bahwa, di Ecoverse, NPG Indonesia berfokus pada fungsionalitas dan kualitas untuk membuat hunian tidak hanya cantik, tetapi juga benar-benar nyaman ditinggali.

Hal ini didapat dari pengaplikasian smart design, di mana penggunaan ventilasi alami mampu mengurangi kebutuhan pendingin udara, sehingga meningkatkan efisiensi energi.

“Kami menggunakan kayu alami, beton ramah lingkungan, dan plester, yang semuanya aman bagi kesehatan dan lingkungan. Di sini kami memastikan tidak hanya menghadirkan hunian dengan estetika yang memukau, tetapi juga bangunan dengan daya tahan yang tinggi,” paparnya. (jpg/har)

Editor : Azwar Halim
#pasca pandemi Covid-19 #jakarta #internasional #lingkungan