Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Pada Masa Puncak Panen, Bulog Yakin Serap Beras 70 Persen dari Target

Radar Tarakan • Kamis, 23 Januari 2025 | 13:00 WIB
PANGAN: Direktur Utama Perum Bulog Wahyu Suparyono dalam acara media briefing di Jakarta, Rabu (22/1/2025) (ANTARA/Muzdaffar Fauzan)
PANGAN: Direktur Utama Perum Bulog Wahyu Suparyono dalam acara media briefing di Jakarta, Rabu (22/1/2025) (ANTARA/Muzdaffar Fauzan)

JAKARTA - Perum Bulog menyatakan bisa memenuhi target serapan beras hingga 70 persen dari target awal sebesar dua juta ton pada periode puncak panen yakni bulan Februari hingga Mei 2025.

"Karena di puncak panen itu harapannya bisa menyerap 70 persen," kata Direktur Utama Perum Bulog Wahyu Suparyono di Jakarta, Rabu.

Pihaknya memproyeksikan, produksi beras pada tahun 2025 akan mengalami puncak panen pada bulan Februari hingga Mei, yang apabila diakumulasikan pada puncak panen tersebut, beras yang dihasilkan petani Indonesia mencapai lebih dari 15,8 juta ton.

 Baca Juga: Saksi Bisu Bersemainya Bibit Demokrasi, Kediaman Pribadi Habibie-Ainun Dibuka untuk Umum

Dari hasil produksi itu, pihaknya yakin bisa melakukan serapan hingga 70 persen atau sebesar 1,4 juta ton dari target awal yang sudah ditetapkan.

Lebih lanjut, ia mengatakan terkait target serapan terbaru yang ditetapkan oleh pemerintah yang sebesar tiga juta ton, Bulog memastikan akan bekerja keras dan meningkatkan kolaborasi.

Di antaranya dengan Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras Indonesia (Perpadi), serta Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI) untuk mempercepat proses serapan.

Untuk Perpadi, pihaknya bekerja sama terkait pengadaan gabah kering giling (GKG) atau beras standard kualitas yang ditetapkan oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas), dan kerja sama pengolahan gabah kering panen (GKP) menjadi GKG atau beras.

Sementara kolaborasi dengan AB2TI dilakukan melalui penguatan cadangan beras pemerintah, pengadaan gabah dan beras petani, penyaluran dan penjualan beras petani, serta melakukan kemitraan budi daya pertanian mitra tani.

Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan mengungkapkan, Pemerintah meminta Perum Bulog untuk menyerap tiga juta ton beras sampai dengan April 2025.

 Baca Juga: Dukung Usul Makan Bergizi Gratis Dibiayai melalui Zakat

"Kemudian disepakati Bulog, tadi kami rapatnya agak panjang, memang harus membeli sebanyak tiga juta ton dalam waktu yang pendek ini, yakni Januari, Februari, Maret, dan April. Sebanyak tiga juta ton harus diserap dalam bentuk beras. Kalau gabah tentu lebih banyak lagi," kata Zulkifli Hasan dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu. (ant/har)

Editor : Azwar Halim
#puncak #serapan beras #bulog #jakarta