JAKARTA - Rencana PSSI untuk menjadikan Louis van Gaal sebagai direktur teknik (dirtek) Timnas Indonesia dipastikan sirna. Kabar terbaru mengatakan bahwa pelatih kawakan itu telah menolak tawaran tersebut.
Sebelumnya, Pasukan Garuda telah memecat pelatih Shin Tae-yong dari kursi kepelatihan pada Senin (6/1). Kemudian, tidak berlangsung lama kandidat pengganti STY sudah diketahui publik.
Legenda Timnas Belanda, Patrick Kluivert kemudian dikabarkan bakal menjadi kandidat kuat untuk mengisi kursi kosong pelatih Timnas Indonesia. Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh pakar transfer, Fabrizio Romano.
Masih di hari yang sama, nama Van Gaal kemudian muncul ke permukaan dan dikabarkan akan segera bergabung ke Timnas Indonesia. Kabar ini berhembus dari media asal Spanyol, Marca yang mengatakan bahwa dirinya akan didapuk sebagai dirtek Pasukan Garuda.
Namun kabar itu akhirnya sebatas rumor belaka, sebab legenda Timnas Belanda lainnya, Ruud Gullit memastikan bahwa Van Gaal tidak akan mengisi posisi dirtek Timnas Indonesia.
"Saya sempat bertanya [ke Kluivert] apakah Van Gaal akan menjadi direktur teknik. Jawaban singkatnya: Tidak," ucap Gullit.
"Saya bisa membayangkannya, sebagai seorang direktur teknik, Anda harus melakukan perjalanan, Anda harus memantau pemain ke berbagai daerah” lanjut Gullit.
"Louis tidak menginginkan hal itu. Louis telah menunjukkan cukup banyak hal dalam kariernya. Dia sekarang harus menikmati hidupnya dan keluarganya," ucap Gullitm
Dengan konfirmasi dari Gullit bahwa Van Gaal tidak menjadi dirtek Timnas Indonesia, praktis posisi itu lagi-lagi tidak bertuan. Jadi, apa itu direktur teknik? Dan seberapa penting posisi tersebut dalam dunia sepak bola?
Baca Juga: Tegaskan Transformasi PPP Sebuah Kebutuhan
Timnas Indonesia sebelumnya pernah memiliki beberapa orang yang menjabat sebagai dirtek. Sosok terakhir yang berada di posisi tersebut adalah Indra Sjafri, sebelum dia digeser untuk fokus menangani Timnas Indonesia U-20.
Tarik mundur ke belakang lagi tepatnya di tahun 2023, PSSI pernah mempekerjakan pelatih asal Jerman yakni Frank Wormuth untuk mengisi pos dirtek. Sayangnya, dia hanya bertahan selama empat bulan.
Jika merujuk kepada Handbook of Technical Directors yang dirilis FIFA, dirtek memiliki peran penting dalam dunia sepak bola dan pastinya dia tidak bekerja dengan sendirian.
Baca Juga: PSSI Depak Shin Tae-yong dari Timnas Indonesia
Posisi ini dituntut untuk bersinergi dengan para petinggi klub/ tim nasional. Berbicara soal timnas, dirtek akan berkolaborasi dengan ketua umum federasi dan juga sekretaris jenderal (sekjen).
"Penting bagi presiden asosiasi, sekretaris jenderal, dan direktur teknis, untuk berkolaborasi di sisi teknis strategi, untuk terlibat sepenuhnya dalam proses perencanaan," tulis FIFA.
FIFA menyarankan dirtek mendiskusikan rencana tersebut dengan sekjen agar memperoleh informasi yang lengkap guna mengembangkan filosofi bermain dan melatih atau program teknis lain.
Baca Juga: Pemusatan Latihan Timnas U-17, PSSI Panggil 34 Pemain
Dengan kata lain, dalam hal membangun filosofi permainan, dirtek berada dalam jajaran konseptual. Nantinya dirtek wajib memahami seluk-beluk teori dan aplikasi permainan sepak bola dengan sangat baik. Harus juga memiliki banyak pengalaman.
"[Kemudian] menetapkan dan mempertahankan rencana pengembangan teknis, [menetapkan] filosofi bermain dan melatih, mengimplementasikan dan memimpin rencana pengembangan teknis, serta melaporkan kemajuan rencana strategis kepada sekjen," ujar FIFA.
Bahkan FIFA sampai menganggap peran dirtek ini sebagai arsitek dalam olahraga sepak bola mengingat perannya yang krusial pada aspek perencanaan pada olahraga tersebut.
Baca Juga: Usai Hancurkan Fiorentina 3-0, Napoli Naik ke Puncak Klasemen
"Ia [dirtek] adalah 'arsitek' dan pembentuk masa depan sepak bola di negara ini," kata FIFA.
FIFA juga menjelaskan tugas dirtek harus bisa mengurusi pengembangan tim dalam skala jangka panjang. Dia yang bertanggung jawab menyusun program-program untuk pengembangan tersebut.
Selain itu, dirtek ikut mengurusi pemilihan maupun proses merekrut seorang pemain, kemudian menentukan di level mana pemain itu akan bermain. Bahkan sampai pemilihan pelatih juga diputuskan oleh seorang dirtek.
Baca Juga: Hajar West Ham 4-1, Manchester City Lanjutkan Tren Positif
Dirtek juga harus bisa bernegosiasi untuk mendatangkan pemain yang dibutuhkan. Ambil contoh jika ada pemain yang masih terikat kontrak, maka dirtek dituntut harus mengerahkan segala upaya agar berhasil mendatangkan sang pemain incaran.
Tidak dapat dipungkiri, peran dirtek sangat penting khususnya di sepak bola modern saat ini yang semakin hari semakin kompetitif.
Orang yang ditunjuk untuk mengampu posisi tersebut harus bukan orang sembarangan, sebab mengurusi atau menjalankan tugas seperti di atas tentunya tidaklah mudah.
Baca Juga: Ditahan Imbang 1-1 Crystal Palace, Chelsea Lalui Empat Laga Tanpa Kemenangan
Dibutuhkan orang yang tepat serta berpengalaman untuk bisa menjalankan posisi dirtek dengan baik, sehingga tidak menutup kemungkinan akan mendatangkan prestasi untuk tim nasional di kemudian hari.(jpg/ana)
Editor : Azwar Halim