JAKARTA - Pasca mengalami erupsi setinggi 2.000 meter pada Selasa (25/12) lalu, hingga kemarin Gunung Raung masih berstatus level II alias waspada. Meski demikian, skenario antisipasi sudah disusun.
Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono menjelaskan bahwa ia sudah berkoordinasi dengan semua pihak terkait. Sejumlah antisipasi sudah dibuat.
”Sudah ada imbauan agar warga tidak mendekat ke area puncak dengan radius tiga kilometer,” katanya.
Selain itu, sudah disiapkan titik-titik evakuasi jika erupsi terjadi lagi. Titik evakuasi yang ditetapkan adalah Banyuwangi.
”Karena Banyuwangi menjadi titik terdekat,” kata Adhy.
Sebelum terjadi erupsi besar, Gunung Raung diketahui sudah mengalami kenaikan aktivitas, termasuk kemunculan asap putih dari kawah.
”Karena ada kenaikan, pada 17 Desember kami membuat rilis. Di situ juga ada rekomendasi jarak aman, yakni radius tiga kilometer dari bibir kawah,” kata Anggota Pos Pemantauan Gunung Api (PPGA) Raung, Agung Tri Subekti.
Di bagian lain, saat erupsi terjadi, diketahui terdapat 33 pendaki yang berada di jalur pendakian Gunung Raung.
Untungnya, para pendaki yang berangkat melalui Sekretariat Pendakian Gunung Raung di Dusun Wonorejo, Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru, itu bisa turun dengan selamat.
”Lokasi mereka (saat terjadi erupsi) terpisah-pisah, ada yang masih di pos dua dan tiga, bahkan ada yang baru turun dari puncak,” kata anggota Sekretariat Pendakian Gunung Raung, Eko Wahyudianto. (hen/sas/abi/ris/jpg/lim)
Editor : Azwar Halim