JATIM - Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 2 Khofifah Indar Parawansa telah menyalurkan hak pilihnya pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), yang digelar serentak hari ini, Rabu (27/11).
Ditemani dua putranya, Ali Mannagali dan Jalaludin Mannagalli, Khofifah datang ke tempat pemungutan suara (TPS) 19 Wilayah RW 05, Kelurahan Jemur Wonosari, Kecamatan Wonocolo, Surabaya.
TPS tempat Khofifah nyoblos berada di gedung SD Negeri VI Margorejo, Surabaya. Lokasi SD ini berada tak jauh dari kediaman mantan Gubernur Jatim itu. Khofifah bersama kedua putranya pun datang dengan berjalan kaki.
Baca Juga: Cagub Petahanan Bengkulu Rohidin Terjaring OTT KPK
Keluarga Khofifah tak mendapat perlakuan khusus. Selayaknya pemilih lain, Khofifah mengisi daftar hadir dan menunggu di kursi yang tersedia. Setelah itu, satu per satu keluarga Khofifah dipanggil.
Sebelum memasuki bilik suara, Khofifah memamerkan dua kertas suara yang diberikan petugas kepada awak media. Dua surat suara itu, yakni surat suara Pilgub Jatim dan surat suara Pilwali Surabaya.
Khofifah bersama kedua putranya kemudian memasukkan surat suara ke dalam kotak suara dan mencelupkan tinta ke jari telunjuk kiri, sebelum akhirnya meninggalkan TPS dan menuju kediamannya.
Baca Juga: Prabowo: Terima Kasih Atas Kerja Sama RS Lapangan di Gaza
Khofifah mengajak masyarakat Jawa Timur untuk menikmati suasana Pilkada 2024 dan bijak dalam menentukan pilihannya. Sebab, baik pemilihan gubernur maupun pemilihan bupati/wali kota akan berdampak lima tahun ke depan.
"Mudah-mudahan ini akan menjadi bagian dari penguatan bagaimana kita membangun bangsa melalui kepemimpinan di provinsi maupun kabupaten kota se-Indonesia," ujar Khofifah seusai menyalurkan hak pilihnya.
Lebih lanjut, Khofifah juga mengungkapkan bahwa pihaknya berkoordinasi dengan tim data center KPU terkait proses pemungutan suara. Terutama memastikan saksi pasangan calon Khofifah-Emil sudah ada di TPS.
Baca Juga: Mitigasi TPS Rawan di Jakarta, KPU Lakukan Koordinasi
"Kalau-kalau ada TPS yang saksinya belum terpenuhi, masih dimungkinkan untuk bisa diisi saksi, saksi dalam maupun saksi luar. Jadi paling tidak ada saksi luar yang bisa diisi oleh semua relawan," tandas Khofifah. (jpg/har)
Editor : Azwar Halim