JAKARTA - PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI), anak usaha PT Garuda Indonesia Tbk yang bergerak di bidang perawatan pesawat, berencana melakukan right issue atau menerbitkan saham perusahaan untuk meningkatkan modal usaha.
Hal ini sebagaimana telah disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Penambahan modal ini akan dilakukan dengan menerbitkan Saham Seri B, yang bertujuan untuk menguatkan struktur permodalan dan memperkuat posisi ekuitas Perusahaan.
Direktur Utama GMF Aero Asia Andi Fahrurozi mengatakan langkah strategis ini merupakan bagian dari upaya GMFI untuk menguatkan posisi ekuitas Perusahaan sekaligus mengoptimalkan penggunaan aset yang ada.
Baca Juga: AS Roma Tekuk Dynamo Kiev 1-0, Berkat Gol Tunggal Artem Dovbyk
"Rencana ini didukung dengan penyertaan modal non-tunai (inbreng) oleh PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, berupa aset tetap sebesar Rp418 miliar. Langkah ini merupakan bagian dari strategi kami untuk memastikan bahwa GMFI memiliki struktur modal yang sehat dan dapat terus mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan," kata Andi Fahrurozi dalam konferensi pers secara virtual, Senin (28/10).
Dia menjelaskan, dengan adanya rencana right issue ini, GMFI akan memiliki fleksibilitas yang lebih baik dalam pengelolaan dan pemanfaatan aset.
Khususnya, kata Andi, yang terkait dengan aktivitas Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
Baca Juga: Pramono: Masih Perlu Kerja Ekstra
Dalam agenda RUPSLB, Andi membeberkan bahwa pemegang saham menyetujui beberapa poin penting, di antaranya adalah pelaksanaan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD), perubahan struktur modal, dan penerbitan saham baru Seri B sebanyak-banyaknya 11,7 miliar lembar saham dengan nilai nominal Rp25 per saham.
Ia juga memastikan bahwa Garuda Indonesia sebagai pemegang saham utama akan mengambil porsi 89,1 persen dari saham yang diterbitkan tersebut.
Selain itu, akan dilakukan perubahan pada anggaran dasar GMFI terkait penerbitan saham baru tersebut
Baca Juga: RK Disebut Terbukti Responsif terhadap Keluhan Warga
"Proses PMHMETD ini dijadwalkan untuk selesai pada Desember 2024, yang diharapkan akan membawa manfaat signifikan, tidak hanya untuk GMFI, tetapi juga untuk seluruh pemegang saham. Dengan penguatan modal ini, GMFI akan memiliki kapasitas finansial yang lebih baik untuk menghadapi tantangan industri penerbangan yang semakin kompetitif," beber Andi.
"Selain itu, right issue yang dilakukan akan memberikan pemegang saham peluang untuk mempertahankan atau bahkan meningkatkan porsi kepemilikan di GMFI," sambungnya.
Lebih lanjut, dia juga memastikan bahwa dana yang diperoleh akan digunakan sebagai modal kerja untuk memastikan kelancaran operasional serta pemenuhan kebutuhan dasar perusahaan, seperti pembelian bahan baku dan peningkatan pelayanan.
Baca Juga: Bawaslu Sudah Temukan Dua Dugaan Mobilisasi Kades
"Selain itu, dana tersebut akan mendukung upaya GMFI dalam meningkatkan efisiensi operasional guna memastikan bahwa standar kualitas perawatan pesawat sesuai dengan regulasi yang berlaku," pungkasnya. (jpg/har)
Editor : Azwar Halim