Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Pedagang Pasar Pagi yang Direlokasi Mulai Beradaptasi  

Azwar Halim • Sabtu, 30 Desember 2023 | 10:37 WIB
BERTAHAP: Pedagang Pasar Pagi sedang mempersiapan membuka lapak baru di Segiri Grosir Samarinda. Pedagang yang pindah yakni penjual emas, pakaian dan makanan. RAMA SIHOTANG/KALTIM POST
BERTAHAP: Pedagang Pasar Pagi sedang mempersiapan membuka lapak baru di Segiri Grosir Samarinda. Pedagang yang pindah yakni penjual emas, pakaian dan makanan. RAMA SIHOTANG/KALTIM POST
SAMARINDA–Proses pembagian lapak menggunakan metode undian telah ditempuh para pedagang Pasar Pagi, khususnya di klaster konveksi dan emas. Metode itu disebut-sebut sebagai cara agar tidak menimbulkan kecemburuan sesama pedagang. Kini, para pedagang mulai meraba-raba tempat relokasi, yakni Segiri Grosir Samarinda (SGS).  Pemkot Samarinda merelokasi para pedagang Pasar Pagi selama satu tahun lamanya. Hal itu selaras dengan target pengerjaan revitalisasi Pasar Pagi bisa tuntas di akhir 2024.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda Marnabas Patiroy mengatakan, para pedagang yang sudah mendapatkan lapak melalui sistem undian yang dilakukan beberapa waktu lalu, aktivitas penjualan sudah dapat dilaksanakan. “Mereka (pedagang) sebagian sudah ada yang berjualan, dan ada juga yang baru simpun-simpun barang,” ucapnya saat dikonfirmasi, Kamis (28/12). Dalam perpindahan itu, sebagian pedagang emas memerlukan perhatian khusus. Sebab, barang dagang emas memicu pelaku kejahatan menjegal di perjalanan.

“Mereka bergotong royong untuk memindahkan brankas tadi malam (Rabu). Ada sekitar 50 brangkas itu saya lihat dipindahkan, dan itu ramai-ramai. Tapi kalau mereka mau dikawal sama petugas kami akan bantu. Tapi, pedagang emas sebagian besar sudah menyewa di Mal Mesra Indah, sehingga yang direlokasi ke SGS tidak banyak, khususnya pedagang klaster emas,” sambungnya.

Sementara itu, titik selanjutnya relokasi mengarah ke Mal Plaza Mulia. Hingga saat ini, titik tersebut masih dalam pembahasan untuk dilakukan penataan dari pihak internal (manajemen Mal Plaza Mulia) terlebih dahulu, agar relokasi benar-benar steril dan layak. Sedangkan di SGS, lanjut Marnabas, sebelumnya beberapa fasilitas belum bisa bergerak, seperti eskalator dan AC. “Dua komponen itu sudah selesai. Tinggal lift angkutan barang dagang yang belum bisa digunakan, dan pihak manajemen sedang memperbaiki,” tegasnya.

Sebelumnya, Jufriansyah, selaku pedagang konveksi Pasar Pagi mengatakan, harapanya Pemkot Samarinda dapat memperkenalkan ke khalayak publik terkait tempat penampungan sementara bagi pedagang Pasar Pagi. Peresmian itu untuk memperkenalkan sekaligus sebagai menjaga pendapatan para pedagang.

“Kami berharap jadi satu pintu langsung dari pemerintah, dan itu sangat dibutuhkan. Apalagi tidak semua pedagang mempunyai kemampuan untuk menyebarkan informasi tentang tempat relokasi pedagang, pemerintah bisa saja mengundang media-media di Samarinda sebagai sarana untuk menjelaskan kepada publik,” kuncinya. (dra/jnr)

EKO PRALISTIO

pralistioeko@gmail.com Editor : Azwar Halim
#samarinda #kaltim