PAPI Light merupakan alat bantu pendaratan yang berfungsi memberikan informasi kepada pilot tentang sudut pendaratan pesawat. Dengan beroperasinya PAPI Light di runway tersebut, diharapkan dapat meningkatkan keselamatan penerbangan di Bandara APT Pranoto.
Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) APT Pranoto Maeka Rindra Hariyanto melalui Kasi Teknik dan Operasi UPBU APT Pranoto Dwi Muji Raharjo mengatakan, kalibrasi PAPI Light dilakukan Balai Besar Kalibrasi Fasilitas Penerbangan (BBKFP) Kementerian Perhubungan. Menggunakan pesawat jenis King Air Beechcraft 200GT yang diterbangkan pilot Capt Ahmad Ubaidillah.
"Hasil kalibrasi menunjukkan bahwa PAPI Light di runway 04/22 berfungsi normal dengan guidance sudut pendaratan “on slope”, dan dapat dioperasionalkan yakni 3 derajat," ujarnya, Selasa (28/11).
Hasil kalibrasi PAPI Light berlaku hingga 23 November 2025. Sosialisasi perihal hasil kalibrasi tersebut disampaikan melalui Notice to Airmen (Notam) kepada seluruh maskapai yang beroperasi di Bandara APT Pranoto, meliputi Citilink, Super Air Jet, Wings Air, Batik Air, Susi Air, dan Smart Aviation.
"Termasuk petugas ATC serta personel bandar udara. Juga penerbangan yang tidak berjadwal akan mengetahui informasi melalui Notam tersebut," jelasnya.
PAPI Light merupakan alat bantu pendaratan yang wajib ada di setiap bandara. Berfungsi memberikan informasi kepada pilot tentang sudut pendaratan pesawat.
“Kalibrasi ini sebagai garansi bahwa PAPI light kami berjalan sesuai standar. Perangkat berada di dua sisi runway. Dengan menunjukkan warna yang benar, yakni putih-putih-merah-merah pada sudut yang sesuai (on slope),” pungkasnya. (dra/k8)
DENNY SAPUTRA
@dennysaputra46 Editor : Azwar Halim