Progres tahap 1 pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara sudah di angka 15 persen. Hal itu disampaikan Ketua Satgas Pelaksana Pembangunan Infrastruktur IKN Kementerian PUPR Danis Hidayat Sumadilaga saat berkunjung ke Kaltim akhir pekan lalu. ”Progres infrastruktur dasar sudah 12-15 persen. Soalnya ‘kan bervariasi, bendungan sudah 82 persen, rusun (rumah susun) pekerja hampir 90 persen,” kata Danis.
Danis mengungkapkan, progres pembangunan IKN tidak bisa disamaratakan. Lantaran ada yang secara kontrak baru dimulai, dan ada yang tahap konstruksinya sudah hampir selesai. Seperti Bendung Sepaku-Semoi dan hunian pekerja konstruksi. Untuk Bendungan Sepaku-Semoi yang diperuntukkan menyuplai air minum sebesar 2.000 liter per detik ke IKN, progres pembangunannya sudah 82 persen. Pengisian awal (impounding) bendungan ditarget dilakukan Juni mendatang.
Sementara itu, pengerjaan tower hunian pekerja konstruksi IKN ditargetkan tuntas dan siap dihuni Februari 2023. Rusun pekerja terdiri dari 22 tower. Di mana satu tower diperuntukkan bagi tenaga ahli dengan kapasitas 288 orang. Sedangkan 21 tower untuk tenaga terampil di mana 9 unit tower tipe A memiliki kapasitas hingga 6.912 orang, dan 12 unit tower tipe B memiliki kapasitas 9.408 orang. Hunian pekerja konstruksi IKN sendiri turut dilengkapi sejumlah fasilitas. Seperti masjid, toko, dan klinik kesehatan.
Pemerintah berharap, ketika pekerja konstruksi IKN disediakan hunian di satu tempat, koordinasi pembangunan bisa berjalan efektif dan lancar. Sejauh ini, sambung dia, dari total 34 proyek pembangunan IKN, 29 paket senilai hampir Rp 25 triliun telah dilakukan penandatanganan kontrak. Seperti pembangunan gedung sekretariat presiden, gedung kantor presiden, dan istana negara yang dilengkapi lapangan upacara, dan jalan tol. Proyek yang masuk dalam kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP) IKN tersebut ditargetkan rampung pada 2024 nanti. Khususnya, pembangunan lapangan upacara sehingga bisa digunakan pada HUT Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 2024. Dia menekankan, hingga 2024, Kementerian PUPR berfokus pada pembangunan infrastruktur dasar KIPP IKN.
Selain tower hunian pekerja konstruksi IKN, ratusan tower atau apartemen untuk aparatur sipil negara (ASN) diharapkan bisa mulai digarap pertengahan tahun ini. Pembangunannya merupakan kolaborasi pemerintah lewat APBN dan Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Dari sisi pemerintah, Kementerian PUPR mengajukan usulan kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terkait pembangunan 47 tower senilai Rp 9,4 triliun. Kemudian dari sisi KPBU, ada tiga perusahaan yang sudah memberikan konfirmasi akan membangun rusun ASN di IKN.
Baca berita selengkapnya di Koran Radar Tarakan atau berlangganan melalui Aplikasi Radar Tarakan yang bisa di download di :
Editor : Azwar Halim