Usai acara pembukaan, Bupati dan wakil ketua MPR RI beserta tamu VIP lainnya berjalan kaki menuju Pelabuhan Kramat, Limbu Sedulun, Kecamatan Sesayap untuk menyambut kedatangan perahu Ajung Berambang yang ditumpangi Ketua DPRD Jamhari, ketua adat, dan pemain kulitang.
Lalu, Bupati bersama tamu VIP lainnya menaiki Ajung Berambang menuju ke tengah Sungai Sesayap untuk melepas benih ikan.
Ajung Berambang dikawal perahu hias berangkat dari kecamatan Sesayap menuju Pelabuhan Kramat pukul 07.00 WITA.
Wakil Ketua MPR RI Yandri Susanto dalam sambutannya mengaku takjub dengan kekompakan masyarakat Tana Tidung utamanya dalam menjaga adat budaya.
Yandri pun membandingkan Tana Tidung dengan Spanyol, yang penduduknya hanya 40 juta, namun wisatawan yang datang mencapai 80 juta orang.
“Dibandingkan KTT, Spanyol kalah. Tinggal bagaimana menginisiasi terobosan utamanya promosi wisata sehingga Tana Tidung semakin dikenal secara nasional maupun internasional,” ujarnya.
Sementara Bupati Tana Tidung mengatakan, mulai 27 Oktober hingga 6 Oktober Festival Budaya Irau 2022 digelar.
Mulai dari lomba tari pesisir, pedalaman hingga lomba panjat pinang digelar.
“Tentunnya harapan kita dengan pesta rakyat ini terjadi sebuah kegembiraan, karena hampir dua tahun kita terkukung oleh Covid-19 dan dihadapi inflasi,” ujarnya.
Selain itu, lanjut Bupati, ekonomi juga bisa bergerak utamanya UMKM. Dan hal itu langsung dapat dilihat, sebab yang menyaksikan Irau 2022 ini tidak hanya dari Tana Tidung tapi juga dari kabupaten tetangga seperti Malinau dan Bulungan.
“Karena itu Festival Budaya Irau 2022 ini kita harapkan masuk dalam agenda nasional Pesona Indonesia. Mudah-mudahan dapat kita laksanakan setiap tahun ,ini juga mempromosikan Indonesia,” katanya.
Bicara tradisi dan budaya, Indonesia tidak kalah krearif dari negara-negara Eropa hanya saja kurang promosi.
“Sehingga wisatawan yang datang kurang, karena itu perlu campur tangan pemerintah dalam hal ini,” tutupnya. (ana) Editor : Sopian Hadi