MENGULAS seputaran masakan nusantara memang tak ada ujungnya. Setiap daerah pasti memiliki warisan kuliner dari leluhurnya. Salah satunya makanan tradisional dari Kabupaten Pangkep alias Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan.
Jalan-jalan ke Makassar, masakan khas Pangkep ini pun banyak dijumpai di setiap sudut kotanya. Seperti sop saudara, konro, bebek palekko dan ikan bandeng bakar. Tetapi tidak hanya di Makassar saja. Makanan khas Pangkep ini pun sudah banyak disajikan di tanah perantauan. Seperti di Bumi Paguntaka ini.
Pemilik Warung Pangkep, Hj. Hasma (53) baru dua tahun merantau di Tarakan. Makanan tradisional memang banyak dicari pecinta kuliner. Orang lokal pun banyak yang penasaran, atau mungkin pernah mencicipi makanan khas daerah lainnya dan merasa cocok di lidah.
Seperti sop saudara dan konro. Sajian makanan dengan kuah yang diperkaya bumbu dan rempah-rempah nusantara. Sekilas, sop saudara ini mirip dengan coto Makassar. Namun sop saudara identik disajikan dengan laksa, sepiring nasi putih dan ikan bandeng bakar lengkap sambalnya.
“Kalau coto, kuahnya diisi daging saja dan dimakan sama buras atau ketupat. Tapi beda bumbunya juga ada yang beda,” jelas wanita asal Pangkep ini.
Setidaknya ada 20 jenis bumbu yang dihaluskan. Bumbu kering dan bumbu basahnya ini pun diracik sendiri. Sama halnya dengan konro, sajian makanan dari iga sapi. Kedua makanan ini sama-sama disajikan dengan kuah yang kaya bumbu dan rempah-rempah. “Kita racik sendiri, bumbu keringnya yang susah. Kalau bumbu sop saudara dan konro ada bedanya juga dibumbu keringnya,” jelasnya.
Nah, kedua makanan ini setiap hari ditemui di daerah asalnya. Namun biasanya, saat ada acara keluarga seperti lamaran, sop saudara kerap ada untuk menjamu para tamu. Kemudian saat acara pernikahan, konro yang dihidangkan. Konon makanan-makanan ini hanya dapat diracik oleh keturunan Pangkep.
“Kalau ada pengantinan pasti kita juga buat konro, karena potong sapi. Tulangnya ini kita buat konro. Kalau bukan orang Pangkep, dia tidak tahu bumbunya. Dimasak saja, tapi kuahnya seperti sup biasa,” tukasnya. (*/one/fly)
Editor : Azwar Halim