Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Dilepas dengan Cara Terhormat dan Membanggakan

Azwar Halim • Senin, 4 Februari 2019 | 14:17 WIB
dilepas-dengan-cara-terhormat-dan-membanggakan
dilepas-dengan-cara-terhormat-dan-membanggakan

MALINAU – Ada sebuah tradisi baru yang diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau dalam kegiatan di pemerintahan. Jumat (1/2) lalu, di Ruang Tebengang, Kantor Bupati Malinau, dilaksanakan pelepasan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sudah memasuki purna tugas atau pensiun.


ASN yang memasuki purna tugas adalah Drs. Hendris Damus, M.Si dengan jabatan terakhir Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Malinau dan ada beberapa ASN lainnya. Dalam acara pelepasan tersebut, Pemkab Malinau juga mengundang pensiunan ASN lainnya yang telah lebih dahulu purna tugas.


Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si dalam sambutannya mengungkapkan bahwa sesungguhnya tradisi acara pelepasan sudah tahun lalu direncanakan bagi setiap ASN yang pensiun. Namun, baru tahun ini bisa mulai dilaksanakan.


“Kita harapkan nanti ke depan setiap ASN yang pensiun harus dilepas dengan cara yang membanggakan kita bersama,” ujar Bupati Malinau Yansen TP.


Momentum purna tugas, kata Bupati, pasti akan dilalui oleh ASN. Oleh sebab itu, kalau acara pelepasan dihadapi dengan satu kesadaran, maka acara tersebut acara paling membanggakan. Ibarat kata, lanjut Bupati, kalau orang berlomba lari, peserta akan tahu dia menang ketika dia ada di finis. Dan apakah kecepatannya lebih tinggi atau lebih rendah, baru tahu ketika menginjak kaki di finis. Begitulah juga ASN yang sudah purna tugas.


“Kalau dia dapat nilai kecepatan tertinggi, maka biasanya orang selebrasi. Dia akan lari keliling stadiun membawa bendera negaranya atau kontingennya. Bangga karena bisa menyelesaikan tugas sebagai seorang pelari dengan baik,” katanya.


Akan tetapi, lanjutnya lagi, kadang-kadang ada juga yang purna tugas, tapi tidak ada kebahagiaan dan ketenangan di hatinya. Sebab, bisa saja ASN tersebut merenungi ketika selesai tugas, baru menyadari betapa dirinya menyia-nyiakan waktu tidak mengabdi dengan baik sekian puluh tahun.


“Penyesalan ketika kita di finis itu membawa kita merasa bahwa alangkah sia-sianya tenaga saya yang begitu hebat, begitu baik, tetapi tidak saya berikan dalam kerangka tugas saya. Sehingga (pensiun) bisa sedih bisa senang,” ungkapnya.


Diwawancara terkait tradisi pelepasan, Bupati Malinau dua periode ini menegaskan bahwa acara tersebut dalam rangka membangun silaturahmi antara pensiunan, pemerintah dan ASN yang masih aktif. Kenapa hal itu pihaknya lakukan, karena selama kalau ASN sudah pensiun, seperti sudah putus hubungan.


“Nah ini yang keliru, padahal sebenarnya kan mereka-mereka itu punya manfaat juga. Dalam artian berdaya guna juga untuk birokrasi. Tidak langsung secara fisik, tetapi mungkin ya support, teladan, motivasi dalam rangka tugas dan pekerjaan,” tuturnya.


Walaupun sudah berakhir dari kepegawaian, tapi tegasnya lagi, pengabdian tetap belum berhenti di situ saja untuk kepentingan bangsa dan negara. “Jadi oleh sebab itu, harapan saya ke depan nanti kalau ada yang purna tugas, ya kita lepaslah dengan cara yang terhormat dan membanggakan mereka dan kita semua,” tukasnya. (ags/fly)

Editor : Azwar Halim