Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Hadiri Rakordal, Bupati Paparkan Sikon Malinau

Azwar Halim • Selasa, 22 Januari 2019 | 14:21 WIB
hadiri-rakordal-bupati-paparkan-sikon-malinau
hadiri-rakordal-bupati-paparkan-sikon-malinau

TANJUNG SELOR – Dalam agenda Rapat Koordinasi Pengendalian Pembangunan (Rakordal) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) di Gedung Gabungan Dinas (Gadis), Tanjung Selor, Senin (21/1). Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si secara langsung hadir memenuhi agenda tahunan yang diselenggarakan Pemprov Kaltara tersebut.


Bupati Malinau yang akrab disapa Yansen ini, diketahui kala itu duduk bersama Bupati dan Wali Kota di Kaltara tampak dengan baik menyimak setiap pemaparan narasumber dihadapannya. Termasuk, dari Gubernur Kaltara, Dr. Irianto Lambrie yang memimpin Rakordal.


Namun, pasca seluruh narasumber mengutarakan paparannya. Orang nomor satu di Bumi Intimung ini bersama Bupati dan Wali Kota pun dalam kesempatan itu juga diminta untuk turut memaparkan tentang segala program yang telah berjalan dan akan berjalan nantinya.


Diketahui, Yansen sendiri dalam pemaparannya, pertama-tama menjelaskan tentang situasi dan kondisi (sikon) daerah yang dinakhodainya. Dijelaskannya, daerah situasi Malinau ini sejatinya memiliki wilayah yang cukup luas jika dibandingkan kabupaten/kota lainnya di Kaltara. Yang mana, 52 persen luas wilayah di Kaltara merupakan wilayah di Kabupaten Malinau.


“52 persen dari luas wilayah di Kaltara itu merupakan daerah Malinau,’’ jelas Yansen mengawali pemaparannya di hadapan Gubernur dan narasumber serta tamu undangan lainnya.


Dikatakannya juga, untuk kondisi Malinau ini menurutnya juga merupakan wilayah yang posisinya strategis. Hal itu dikarenakan, wilayahnya memiliki sungai-sungai besar yang saling menghubungkan antar daerah di Kalimantan. Termasuk, di wilayah perbatasan yang ada semua saling terkait juga.


“Tak dapat dipungkiri, strategisnya di Malinau ini karena adanya sungai-sungai besar yang saling menghubungkan satu daerah ke daerah lainnya. Sehingga inilah salah satu wajah strategisnya yang dimiliki Malinau ini,’’ ujarnya.


Namun, lebih lanjut, Malinau yang masuk dalam daerah terdepan, terluar dan tertinggal (3T). Yansen optimis dengan program yang dijalannya melalui Rencana Panjang Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Maka, itu dapat sedikit banyak merubah wajah Malinau untuk lebih baik lagi.


“Meski, saat ini APBD yang ada kian menurun, dulunya sempat Rp 2,4 triliun, tapi sekarang Rp 1,3 triliun. Akan tetapi, kami mencoba tak persoalkan itu semua,’’ katanya.


Di sisi lain, tetap menciptakan pembangunan di Malinau tetap berjalan secara maksimal. Karena meski dengan anggaran yang ada, pembangunan juga harus tetap dijalankan. Yansen mengajak kepada semua masyarakat agar tidak boleh memiliki sifat yang lemah. Di samping mengupayakan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) di daerahnya.


“Kita akui kalau melihat karakter daerah ini, tentu besaran anggaran itu tidak cukup. Namun, tetap kami optimis mampu dalam menjalankannya karena bagaimanapun juga pembangunan harus tetap dijalankan,’’ pungkasnya. (omg/fly)

Editor : Azwar Halim