Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Jajanan Lawas Masih Hit di Tengah Camilan Kekinian

Azwar Halim • Senin, 14 Januari 2019 | 13:53 WIB
jajanan-lawas-masih-hit-di-tengah-camilan-kekinian
jajanan-lawas-masih-hit-di-tengah-camilan-kekinian

Zaman dahulu dan zaman sekarang, sesuatu yang tak dapat terpisahkan. Selalu saja menjadi pembanding, betapa maju dan semakin canggihnya zaman sekarang.


Tak hanya permasalahan teknologi saja. Dunia kuliner pun ikut berkembang termasuk jajanan lawas. Beragam kuliner yang bermunculan dan tren saat ini. Mulai dari masakan, kudapan hingga minuman segar.


Tetapi meinikmati kudapan zaman dahulu, terkadang membuat rindu dengan masa-masa itu. Meski di era generasi milenial banyak makanan dan minuman yang viral.


Di era milenial ini banyak camilan hit, mulai dari kue basahnya yang modern hingga kudapan crunchy. Tetapi jajanan lawas tak kalah dengan hitnya kudapan sekarang.


Owner D’Queen Food, Resqi Nofianty (34) mengatakan tak jarang yang mencari kudapan-kudapan tradisional. Tetapi meski sudah ada sejak zaman baheula, masih melegendaris hingga kini.


Untuk tetap membuat kudapan lawas ini hit, ia pun mencoba menamani dengan versi kebarat-baratan. Seperti kue bunga sakura. Karena tampilannya pun seperti kembang rose, disebutnya juga dengan penamaan cake rose.


“Kue zaman dulu, yang sekarang sudah tidak ada. Kalau namanya dalam Inggris, pasti orang penasaran. Tapi rasa dan bentuknya tetap mempertahankan keasliannya. Ada juga yang tambah meses di atasnya, tapi kita tetap seperti aslinya,” terang wanita yang akrab disapa Kiky.


Nah seperti apa kudapan yang menjadi saingan kue lawas ini? Zaman sekarang lebih senang dengan camilan yang crunchy dan kering. Sasaran utamanya dengan memanfaatkan hasil perikanan yang diolah menjadi camilan.


Seperti bahan baku bandeng lelaki yang jarang dimanfaatkan karena memiliki banyak duri. Tetapi siapa sangka, daging ikannya dapat diolah menjadi berbagai camilan. Seperti nugget dan bakso ikan bandeng.


Sama halnya dengan kepiting mini, yang bentuknya sangat kecil. Diolah dengan campuran tepung, menghasilkan camilan yang sangat renyah.


“Jadi selama ini bahan baku itu dibuang, kenapa nggak kita manfaatkan dan diolah? Ternyata daging ikannya bisa dimanfaatkan, mini crab-nya juga dijadikan camilan, ternyata enak,” tutup wanita kelahiran Ujung Pandang, 12 November 1984. (*/one)


 

Editor : Azwar Halim