Momen Natal selalu ditunggu-tunggu bagi yang merayakannya. Selain dekorasi rumah dengan berbagai aksesori Natal, perayaan Natal juga identik dengan berkumpul bersama keluarga dan kerabat.
Suasana semakin hangat, berbagai makanan spesial yang disajikan secara spesial. Apalagi masakan lokal atau khas nusantara. Saat ini, lokal maupun khas nusantara lainnya hampir sulit ditemukan. Maklum, cara pembuatan beberapa masakan klasik atau tradisional ini cukup sulit dan sedikit ribet.
Namun tidak ada salahnya juga, hidangan klasik disuguhkan dalam perayaan Natal dan Tahun Baru yang dirayakan sekali dalam satu tahun.
Seperti yang dikatakan seorang ibu rumah tangga, Elisabeth (54). Ibu dari empat orang anak ini mengatakan, saat ini menu-menu atau hidangan praktis menjadi pilihan alternatif masyarakat. Selain lebih mudah dalam proses pembuatannya, juga waktunya lebih singkat.
Namun, saat perayaan hari besar dan keagamaan, seperti Natal biasanya hidangan klasik atau yang dimasak secara tradisional pun disuguhkan. Asli Sulawesi Selatan, tepatnya Toraja, biasanya masakan lokal khas asalnya ini adalah pa’piong. Nah, pa’piong ini pun beragam, ada pa’piong burak, pa’piong bulu nangko dan pa’piong bo’bo. Menu ini hanya ditemukan saat ada perayaan besar. Maklum cara pembuatannya pun sangat ribet, belum lagi mencari bambu dan dimasak di atas api.
“Tapi Natal jarang juga yang buat, mungkin karena buatnya susah dan agak repot,” jelasnya.
Selain pa’piong, buras pun menjadi suguhan andalan untuk menjamu kerabat yang datang ke rumah. Buras ini banyak ditemukan saat ada perayaan hari besar. Ciri khas makanan tradisional dari Sulawesi Selatan ini, beras yang dimasak di dalam daun pisang yang dililit tali berwarna-warni.
Dengan menyajikan makanan klasik, nuansa Natal pun berbeda dengan menyajikan masakan yang tak ditemukan di hari biasanya. (*/one)
Editor : Azwar Halim