Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Semua Etnis Tunjukkan Sesuatu yang Membanggakan

Azwar Halim • Kamis, 18 Oktober 2018 | 12:29 WIB
semua-etnis-tunjukkan-sesuatu-yang-membanggakan
semua-etnis-tunjukkan-sesuatu-yang-membanggakan

MALINAU – Rabu (17/10), hari ketiga pelaksanaan Irau ke-9 dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Malinau, etnis Tidung berkesempatan menampilkan atraksi adat dan budaya. Warga Tidung Kabupaten Malinau melalui Lembaga Adat Besar Tidung (LABT) Kabupaten Malinau juga mencatatkan dua rekor Musium Rekor Dunia Indonesia (MURI).


"Semuanya menunjukkan sesuatu yang sangat membanggakan kita semua. Menunjukkan sesuatu yang sangat prestisius sebagai sebuah masyarakat bangsa yang hidup di Malinau,” ujar Bupati Malinau Dr.


Yansen TP, M.Si saat menyampaikan aspirasi di hadapan masyarakat Tidung dan tamu undangan di panggung utama Irau, Arena Prosehat Pelangi Intimung, Rabu (17/10).


Bupati mengapresiasi LABT dan masyarakat Tidung secara keseluruhan, karena sudah menampilkan prosesi adat dan mencapai berbagai prestasi. Menurutnya, hal tersebut sangat penting dicernai dan dipahami bersama-sama sebagai satu kesatuan masyarakat. Karena, sebuah masyarakat itu bernilai bagi satu kesatuan masyarakat apabila mampu menunjukkan jati diri budayanya.


“Kenapa saya katakan pernyataan demikian, empat pilar kebangsaan kita, satu diantaranya Bhinneka Tunggal Ika. Saya ingin kita cernai dan pahami dengan baik apa makna Bhineka Tunggal Ika, bukan diucap kata saja, atau dilengket di dinding saja, tapi itu persentasi cermin kehidupan bangsa kita,” katanya.


Lanjut dikatakan, atraksi adat budaya yang ditampilkan Suku Tidung merupakan satu budaya yang menunjukkan kekayaan ragam etnis suku bangsa dan budaya yang tentu tidak ada di tempat lain, tapi ada di tempat Malinau dan walaupun ada di tempat lain, itu pun hanya sedikit persamaan. Tapi esensinya pasti berbeda.


 


Karena, jelasnya, lingkup keberadaan masyarakat Malinau dalam suasana yang berbeda. Oleh sebab itulah, ia meminta agar terus menghidupkan budaya yang merupakan kekayaan yang ada sebagai konsep dan jati diri masyarakat Tidung serta sebagai kekayaan bangsa.


“Saya kira, tidak berbangga hati kita, tidak meyombongkan diri kita, kalaulah masyarakat Tidung bisa menunjukkan seperti ini, mudah-mudahan ini bisa dicernai dengan baik oleh masyarakat Tidung seluruhnya, menjadi kebanggaan masyarakat Tidung seluruhnya. Jadi bukan berbangga dan bersombong diri kita, tapi kita mengungkapkan bahwa kita hidup punya konsep dan jati diri,” ujarnya.


Hari sebelumnya, Dayak Lundayeh, dan kemudian dilanjutkan dengan Suku Tidung, semua sudah mencatatkan rekor MURI bagi masyarakat Malinau. Untuk itu, dirinya selaku pimpinan daerah mengucapkan selamat dan terima kasih.


“Saya ucapkan selamat kepada Lembaga Adat Besar Tidung, selamat kepada seluruh masyarakat Tidung yang telah mendapatkan penghargaan MURI yang. Dua muri yang sangat esensi dalam konsep hidup masyarakat Tidung, semoga ini terus melembaga dan kita tingkatkan lagi,” ucapnya.


Untuk diketahui, LABT dan masyarakat Tidung Malinau mencatatkan rekor MURI dengan kategori membuat kelatung (kentongan) dari kayu sebanyak 2018 buah dan bepupur bersama sebanyak 200 orang. (ags/fly)

Editor : Azwar Halim