INDONESIA terkenal dengan bumbu dan rempah masakannya yang selalu membuat ketagihan. Maka tak heran, Indonesia memiliki cita rasa masakan yang berbeda-beda. Tak hanya budayanya saja yang beragam, namun kaya akan khas nusantaranya.
Salah satunya Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Sama seperti kota lainnya, Samarinda atau nama lainnya Kota Tepian pun memiliki kuliner andalan dengan hidangannya yang khas.
Nah, salah satu jajananan khas dari Samarinda ini adalah mihun Samarinda dan pisang gapit. Namun apa yang membedakan rasa mihun Samarinda dengan mihun lainnya?
Owner Mynum_Tarbar, Yulianti mengatakan, mihun dimasak tidak menggunakan kecap. Untuk pencampuran kecap biasanya tergantung dari konsumen itu sendiri.
Meski memiliki warna yang sedikit pucat, rasa dari mihun ini tidak perlu diragukan lagi. Mengandalkan bawang putih, garam dan gula, cita rasanya lebih ringan dan terasa gurih. Apalgi dilengkapi dengan buras dan ebi, mihun Samarinda ini lebih nikmat. “Mihun dimasak tidak berwarna, kecuali waktu mau dimakan baru ditambahkan kecap manis atau kecap asin,” ujar wanita berusia 37 tahun.
Selain mihun, pisang gapit pun cukup favorit di Kota Tepian ini. Pisang mengkal yang digeprek dan diolesi margarin ini, dibakar selama lima hingga sepuluh menit. Aromanya lebih khas, dengan saus kental dari campuran santan, tepung maizena dan gula merah.
“Pisang gapit itu pakai pisang yang mengkal, cendurung matang tapi masih sedikit mentah. Jadi digeprek tidak hancur,” jelas wanita berhijab ini.
Di Samarinda, pisang gapit disajikan dengan aneka topping seperti keju, cokelat, lemon dan durian. Aneka rasanya pun lebih melekat di lidah. (*/one/fly)
Editor : Azwar Halim