Dari 52 orang yang tergabung dalam Jamaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Malinau, Calon Haji (Calhaj) tertua yaitu seorang laki-laki bernama Abdurahman Ibrahim Lembu (77) dan termuda seorang perempuan bernama Yuyun Darmayanti Hawise. Mereka mengaku siap lahir batin menunaikan ibadah haji tahun 1439 Hijriah (H)/2018 Masehi (M).
AGUSSALAM SANIP
Duduk di pojok di atas kursi rotan ruang VIP Bandara Kolonel RA Bessing, wajah ceria dan bahagia Abdurahman tampak terpancar ke seluruh ruangan. Walaupun sudah lanjut usia, dia tampak semangat menunggu kedatangan pesawat yang akan membawanya menuju Embarkasi Haji Balikpapan.
Saat pewarta menghampiri, ia tersenyum dan menyalami pewarta. Ditanya kabar serta kesiapannya menunaikan rukun Islam kelima, yaitu menunaikan ibadah haji, pria yang mengaku kelahiran tahun 1941 ini menegaskan sudah siap segalanya.
“Baik-baik saja. Sudah siap lahir batin,” ucapnya.
Terkait kabar bahagia keberangkatannya beribadah haji tahun ini, disampaikan langsung oleh pihak Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Malinau. Sehingga, jauh-jauh hari dirinya sudah mempersiapkan segala sesuatunya. “Saya mendaftar tahun 2012, kalau tidak salah. Jadi 6 tahun baru berangkat dan kepastian berangkat mendapat kabar dari Depag (Kemenag) dan langsung melakukan persiapan-persiapan,” ujarnya.
Pria kelahira 77 tahun silam di Tanjung Selor ini, juga mempersiapkan pakaian-pakaian untuk beribadah. Seperti pakaian seragam yang memang sudah dipersiapkan Kemenag dan mempersiapkan secara pribadi pakaian-pakaian sehari-hari serta pakaian untuk salat.
“Bapak kelihatan segar dan bugar,” sebut pewarta. “Iya, kalau dilihatnya (segar dan bugar), hahaha,” sahutnya tertawa bahagia sambil mengaku bahwa dirinya alhamdulillah tidak ada keluhan.
Kemudian, ditanya apa pesan yang disampaikan anak-anaknya kepadanya, Abdurahman yang berangkat haji bersama istrinya ini mengatakan bahwa anak-anaknya hanya menyampaikan pesan agar berhati-hati. Soalnya, lanjutnya, dirinya berbicara tidak terlalu jelas atau tidak begitu keras dan kadang sering lupa.
“Saya sama bini saya Maryam. Sama-sama berangkat, kalau dia tidak berangkat, saya tidak bisa berangkat, karena dia mengarah (membantu) saya. Karena ingatan tidak seperti yang muda, karena usia lanjut begini kan banyak lepasnya sudah,” ungkapnya.
Dengan keberangkatannya ini, kakek yang mengaku sudah tinggal di Malinau 30 tahun dan beralamat di RT 13 Malinau Kota ini berserah diri sepenuhnya kepada Allah SWT. “Saya serahkan diri kepada Allah SWT, karena Allah saja yang tahu. Yang jelas niat beribadah karena Allah SWT,” ujarnya menutup wawancara dengan memohon doa dari keluarga dan masyarakat Malinau agar perjalanan ibadahnya berjalalancar dan menjadi haji yang mabrur.
Sementara itu, tidak jauh dari tempat duduk Abdurahman, duduk perempuan berkacamata, ia adalah Yuyun Darmayanti Hawise, calhaj termuda yang saat ini berusia 19 tahun. Yuyun juga mengaku sudah siap lahir batin menunaikan ibadah haji dan mengaku mendaftar sejak 6 tahun yang lalu juga.
“Sudah siap lahir batin. Mendaftar dari 6 tahun lalu, tepatnya tahun 2012,” katanya mengawali wawancara.
Wanita muda yang mengaku membantu orang tuanya berjualan di toko kelontongan yang beralamat di RT 5 Malinau Kota ini mengaku senang dan bahagia serta sangat bersyukur saat mendengar info namanya tercantum sebagai CJH Malinau yang berangkat tahun ini.
“Mendengar kabar tahun ini berangkat, senang,” ucapnya sambil mengungkapkan bahwa dirinya berangkat bukan bersama ayah dan ibunya, tapi ia berangakat bersama saudara sepupu dan pamannya.
Untuk persiapan-persiapan keberangkatan, ia mengaku melakukan persiapan hafalan terkait bacaan untuk ibadah haji dan rukun-rukun haji. Selain itu, ia juga mengaku membawa obat-obatan untuk kesehatannya. “Ada (bawa obat-obatan), cuma obat antisipasi haid,” ungkapnya.
Anak dari pasangan Hj. Sofia dan H. Hawise ini, saat ditanya bagaimana perasaannya berangkat, ia mengaku gugup. “Ya begitulah (gugup), karena ini kan baru pertama kali jauh dari orangtua,” tuturnya sambil mengatakan bahwa dirinya mendapat pesan dari orang tuanya agar jaga diri baik-baik.
Untuk masyarakat Malinau yang berkeinginan berhaji, ia meminta bersabar, karena dirinya pun menunggu 6 tahun. Karena, sesuai informasi yang disampaikan pihak Kemenag Malinau saat pelepasa lalu, ada 603 orang yang masuk daftar tunggu dan sesuai kouta seperti tahun ini sebanyak 52 orang, maka 12 tahun lagi akan berangkat.
“Sabar, kalau misalnya sudah ada duit, mending langsung daftar, karena nunggunya kan lama,” katanya.
“Mohon doanya semoga semua menjadi haji yang mabrur, sehat dan kembali dengan selamat serta lengkap,” pintanya kepada masyarakat Malinau saat mengakhiri wawancara, karena panggilan suara dari petugas bandara bahwa JCH Malinau dipersilakan memasuki pesawat. (***/fly)
Editor : Muhammad Erwinsyah