Gereja Katolik Santa Maria Tarakan, Imakulata Tarakan diresmikan tahun 2002. Gereja yang beralamat di Jalan Jenderal Sudirman, wilayah Kampung Baru Kelurahan Pamusian ini menjadi gereja induk umat Katolik di Tarakan.
Gereja ini sendiri berbentuk salib yang besar saat melihat dan memantau dari atas. “Iya memang berbentuk salib jika melihat dari atasnya. Untuk bagiannya, terdapat aula dan Gua Maria serta tempat olahraga untuk umat,” kata Pastor Dominikus, Pemimpin Ibadah (Pastor) Gereja Katolik Santa Imakulata Tarakan.
Saat memasuki gereja, maka yang pertama yakni melihat salib, baik yang besar maupun yang kecil. Karena memang umat Kristiani di mana pun pasti menjadikan salib sebagai lambang perwujudan bahwa penyelamatan dilakukan Yesus Kristus dengan cara disalibkan. Gereja ini memang cukup besar dan sangat luas. Dan terdapat banyak benda-benda suci yang berada di dalamnya.
Setelah melihat salib, maka akan menemukan meja altar yang melambangkan perjamuan Yesus Kristus pada saat terakhirnya berkumpul bersama-sama dengan murid-muridnya sebelum wafat. Peristiwa ini memang telah diminta oleh Yesus sendiri untuk melanjutkannya sehingga perayaan ini selalu dilakukan oleh umat Kristiani.
“Peristiwa ini selalu dilakukan oleh umat kristiani di mana pun berada, karena itu dilakukan di meja altar,” ujarnya.
Setelah itu akan terlihat dua buah perisai besar yang berada di depan sebelah kiri dan kanan yang melambangkan suku Dayak yang menunjukkan untuk menangkis segala godaan-godaan. Dua buah karena untuk menunjukkan keseimbangan berada pada kiri dan kanan. Setelah itu juga terdapat mimbar sebanyak tiga lokasi.
Mimbar sebelah kiri untuk bacaan dimana sabda Tuhan dibacakan, kemudian pastor berkutbah juga dari mimbar ini. "Tujuannya untuk menunjukkan bahwa sabda Tuhan disampaikan dari mimbar ini. Untuk sebelah kanan sendiri untuk pengumuman dan dirgen yang memimpin lagu-lagu untuk misa di gereja," ungkap Pastor Dominikus.
Untuk mimbar yang berada di tengah dan paling besar sendiri lanjutnya berfungsi untuk imam atau pastor yang berfungsi pastor sebagai imam gereja menyampaikan pesan Tuhan kepada umat dan biasa digunakan pada awal misa.
Untuk di setiap jendela sendiri terdapat gambar-gambar yang menunjukkan peristiwa-peristiwa sejarah yang terjadi menurut kitab suci. Juga terdapat ukiran dayak yang menunjukkan gereja harus berakar dari masyarakat Dayak di Kalimantan. Jadi berenkulturasi dengan budaya setempat.
“Bukan berarti semata-mata berasal dari barat saja, tetapi juga harus berinteraksi dengan budaya setempat,” katanya.
Dalam gereja juga terdapat gong untuk menunjukkan tanda saat dimana ada ucapan Yesus yang diulangi oleh imam itu lalu supaya umat menjadi ingat dengan bunyi gong agar selalu sadar. Di tengah-tengah salib sendiri juga terdapat penyimpanan hosti (roti sakramen) yang tersisa untuk menjadi tanda kehadiran Yesus, yang disebut tabernakel.
Dalam gedung gereja juga terdapat ruang bawah tanah yang digunakan untuk misa harian karena memang sedikit orang saja saat misa harian. Dalam ruang bawah tanah sendiri terdapat lampu palita yang menandakan tabernakel yang berisi hosti.
“Jadi kalau tidak ada hosti dalam tabernakel maka akan mati lampunya, kalau menyala berarti ada hostinya,” ucapnya.
Dalam ruang gereja juga terdapat ruang pengakuan dosa di kiri dan kanan untuk umat. Di luar gereja sendiri Gua Maria dan juga patung-patung serta lonceng untuk memanggil umat untuk beribadah. (*/naa)
Karena dari Pemkab Malinau melalui DKPP dan KB sendiri sampai saat ini juga tidak berani melobi tentang anggaran tersebut lantaran kondisi jalan yang menuju dari Sungai Boh ke arah Long Apung masih rusak dan parahnya luar biasa. “Tapi kalau misalnya kita lobi lalu gagal lagi, berarti kan gagal dua kali. Kita kan nggak mau gagal maning, gagal maning, kangitu,” ujarnya.
Jadi, sambung John Felix, jika memang sudah benar-benar siap maka DKPP dan KB akan tetap memperjuangkan semua itu. Tapi pihaknya akan melihat kondisi dari awal tahun 2018 sampai dengan bulan Juli mendatang sebelum mengusulkan terakhir dan kondisi jalannya sudah bagus, maka tim dari Malinau akan melobi lagi dana DAK afirmasi itu untuk melanjutkan program tersebut.(ida/fly)
Editor : Azwar Halim