Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Merawat Rumah dari Rayap dan Jamur

Azwar Halim • Selasa, 16 Januari 2018 | 10:24 WIB
merawat-rumah-dari-rayap-dan-jamur
merawat-rumah-dari-rayap-dan-jamur

PENGGUNAAN kayu tidak pernah lepas dari pembuatan rumah, baik itu untuk membuat kosen, pintu, kursi, meja, lantai hingga plafon. Harga material bangunan satu ini bisa mencapai pulukan juta setiap kubiknya. Namun, tetap saja banyak yang menjadikannya sebagai bahan utama dalam pembuatan rumah.


Pemilihan jenis kayu yang baik dan kuat juga harus diperhatikan, agar tetap awet hingga puluhan bahkan ratusan tahun. Perawatannya yang paling penting, agar kayu tetap cantik.


“Kalau untuk rumah kayu, karena banyak unsur kayunya maka rumah itu tidak boleh sampai kosong dan harus terus ditempati,” katanya.


Karena jika rumah itu dibiarkan kosong dan tidak ditinggali beberapa bulan saja akan mengalami lapuk karena dalam posisi tertutup. Sehingga rumah kayu tidak dapat ditinggalkan dan harus ada yang menempati agar tetap terjaga kesejukan dan juga kesegarannya.


Untuk mengatasi hal ini, maka pemeliharaan kayu-kayu itu harus baik tergantung dari jenis kayunya. Bisa menggunakan cat untuk anti rayap, bisa pula menggunakan solar saat pertama kali akan memasangkannya di rumah. Tetapi untuk pemeliharaannya, pemakaian cat adalah yang paling utama untuk menghindari tunbuhnya jamur.


“Karena itu, kayu harus dilapisi dengan cat dengan baik. Jadi bisa tahan lama dan menjaga agar jamur tidak tumbuh dan berkembang,” ujarnya.


Saluran air rumah kayu juga menjadi hal yang penting diperhatikan. Rayap atau jamur sangat menyukai tempat yang lembab, dan itu akan merusak kayu lebih cepat dari biasanya.


Kayu yang dipakai juga harus berkualitas baik, walaupun saat ini harga kayu semakin mahal. Kayu ulin misalnya, masih dibanderol dengan harga tinggi. Kedua, kayu jati dengan harga yang lumayan tinggi. Untuk harga standar bisa menggunakan kayu kruing, namun tahan dan kuat.


“Meranti merah juga bisa, tetapi tetap harus diberikan obat dulu agar kuat atau menggunakan solar saat akan memasangnya,” tuturnya.


Yang pasti jangan sampai membeli yang murahan, karena ada kualitas maka ada harga. Masyarakat harus pandai dan jangan sampai tergiur dengan harga yang murah meriah. (*/naa/lim)

Editor : Azwar Halim