Menhan Tegaskan Peran Yonif TP 921 di Perbatasan Malinau

Fijai RT • Dipublikasikan Sabtu, 3 Oktober 2026 | 20:54 WIB
TINJAU LAPANGAN : Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin meninjau dapur umum Yonif TP 921/Alang Impang, Sabtu (3/10).
TINJAU LAPANGAN : Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin meninjau dapur umum Yonif TP 921/Alang Impang, Sabtu (3/10).

TANJUNG SELOR – Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan peran strategis Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 921/Alang Impang sebagai garda terdepan di wilayah perbatasan Kabupaten Malinau. Penegasan itu disampaikan Sjafrie saat melakukan kunjungan kerja ke Marshalling Area Yonif TP 921/Alang Impang di Desa Loreh, Malinau, Sabtu (3/10).

Sjafrie mengatakan, prajurit Yonif TP 921 harus memiliki kemampuan tempur sekaligus keterampilan teritorial pembangunan. Kemampuan tersebut dinilai penting mengingat satuan berada di kawasan perbatasan dengan karakteristik medan yang menantang.

“Sebagai prajurit tempur, harus menguasai kemampuan menembak, bela diri dan patroli di tengah belantara perbatasan,” kata Sjafrie dalam arahannya.

Di sisi lain, prajurit juga diminta hadir membantu mengatasi berbagai kesulitan masyarakat. Kehadiran Yonif TP, lanjut Sjafrie, harus dapat mendukung program pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah di wilayah perbatasan.

“Sebagai prajurit teritorial pembangunan, kamu harus hadir membantu mengatasi kesulitan masyarakat dan mendukung program Pemerintah Daerah,” ujarnya.

Menhan juga mengingatkan seluruh prajurit untuk memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI. Hubungan dengan masyarakat setempat harus dijaga agar kehadiran prajurit dapat diterima dan dirasakan manfaatnya.

“Saya meminta seluruh prajurit menjaga hubungan yang harmonis dengan warga setempat, membantu pembangunan fasilitas pedesaan, dan jangan sekali-kali menyakiti hati rakyat,” pesan Sjafrie.

Selain tugas pertahanan dan pembinaan teritorial, perhatian Menhan juga diarahkan pada kesejahteraan serta kesiapan operasional prajurit. Salah satunya menyangkut ketersediaan hunian bagi personel dan keluarga di dalam kawasan pangkalan. “Saya telah menerima laporan bahwa masih terdapat bintara dan perwira yang tinggal dengan menyewa tempat tinggal di luar pangkalan,” ungkapnya.

Karena itu, Sjafrie menginstruksikan agar hunian sementara segera disiapkan di dalam Marshalling Area sembari menunggu pembangunan pangkalan permanen. Menurutnya, keberadaan prajurit di dalam pangkalan akan memudahkan pelaksanaan tugas sekaligus menjaga kesiapsiagaan satuan.

“Saya menginstruksikan agar segera disiapkan hunian di dalam pangkalan. Ke depan, saya berharap seluruh prajurit dapat tinggal di dalam pangkalan sehingga lebih mudah menjalankan tugas dan menjaga kesiapsiagaan,” jelasnya.

Pemerintah juga memastikan kebutuhan dasar prajurit selama menjalankan tugas di wilayah perbatasan menjadi perhatian. Penyediaan makanan melalui dapur pangkalan menjadi salah satu fasilitas yang diarahkan untuk menunjang kesiapan personel. “Negara akan memastikan kebutuhan dasar prajurit terpenuhi, termasuk penyediaan makanan melalui dapur pangkalan. Dengan demikian, prajurit dapat lebih fokus melaksanakan tugas negara secara optimal,” pungkasnya. (jai)

 

Editor : Azward Halim
Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin Yonif TP 921/Alang Impang