Usai Lantik 285 ASN Malinau, Bupati Wempi Ingatkan Jabatan Bisa Datang dan Pergi

Dip Ratar • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 05:12 WIB
PELANTIKAN: Sebanyak 285 ASN Malinau mengambil sumpah jabatan saat tengah dilantik. FOTO: DIPA/RADAR TARAKAN
PELANTIKAN: Sebanyak 285 ASN Malinau mengambil sumpah jabatan saat tengah dilantik. FOTO: DIPA/RADAR TARAKAN

MALINAU - Sebanyak 285 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malinau resmi dilantik dan dikukuhkan dalam sejumlah jabatan pemerintahan, pada Rabu (23/9).

Pelantikan, pengukuhan dan pengambilan sumpah/janji tersebut dipimpin Bupati Malinau, Wempi W Mawa di Ruang Tebengan Kantor Bupati Malinau.

Sebanyak 285 ASN yang dilantik mencakup Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, Pengawas, perubahan nomenklatur, serta pengangkatan pertama dan pengangkatan dari jabatan lain dalam jabatan fungsional.

Bupati Wempi mengingatkan para pejabat yang baru menerima amanah agar tidak menjadikan jabatan sebagai tujuan akhir dalam karier sebagai ASN.
Menurutnya, jabatan merupakan amanah yang harus dibuktikan melalui kinerja, tanggung jawab dan kontribusi terhadap masyarakat serta daerah.

“Jabatan itu datang dan pergi. Kalau Bapak berharap dengan sebuah jabatan, tunjukkan apa yang bisa membuat Bapak layak untuk berada dalam jabatan itu,” katanya, Rabu (23/09).

Ia menegaskan, posisi yang diberikan kepada setiap ASN bukan sesuatu yang bersifat permanen. Karena itu, selama mendapatkan kepercayaan menduduki jabatan tertentu, pejabat harus mampu menunjukkan kapasitas dan memberikan hasil kerja yang nyata.

Wempi menyebut penempatan para pejabat telah melalui berbagai pertimbangan dan tahapan, termasuk proses manajemen talenta dalam penempatan ASN.

“Saya percaya Bapak-Ibu orang-orang yang memiliki kemampuan, kapasitas untuk bekerja dengan baik di tempat Bapak-Ibu dipercaya pada hari ini,” ujarnya.

Ia kemudian meminta para pejabat, khususnya camat, segera melihat kembali program-program yang berjalan di wilayah masing-masing.

Menurut Wempi, langkah tersebut penting dilakukan mengingat pemerintah daerah saat ini menghadapi kebijakan efisiensi dan berbagai penyesuaian dalam pelaksanaan program.

“Telisik kembali program-program yang ada di kecamatan. Perhatikan program-program yang ada di desa. Pastikan program-program itu tepat bagi masyarakat,” tegasnya.

Wempi juga meminta pejabat baru memastikan berbagai program prioritas pemerintah daerah dapat berjalan secara maksimal. Di antaranya Wajib Belajar Malinau Maju, Desa Sarjana Unggul, program Pesat yang berkaitan dengan potensi ketahanan pangan, serta Smart Government.

Ia menekankan agar program pemerintah tidak hanya berhenti pada pelaksanaan administratif, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Pastikan semua program yang sudah ditetapkan secara nasional itu juga tercapai dengan baik untuk kebaikan dan kesejahteraan masyarakat kita,” katanya.

Lebih lanjut, Wempi kembali mengingatkan bahwa perubahan jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi pemerintahan. Karena itu, pejabat tidak boleh terlena dengan posisi yang saat ini dipercayakan.

Ia meminta seluruh pejabat yang baru dilantik menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh, menjaga kepercayaan, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Oleh sebab itu, bekerja dengan baik, layani masyarakat dan jalankan tanggung jawab dengan baik,” pungkasnya. (dip)

Editor : Azward Halim
malinau