MALINAU - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Malinau bergerak cepat mengantisipasi dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan yakni membagikan masker gratis kepada masyarakat di sejumlah titik strategis.
Sebanyak 2.200 kotak masker disiapkan Dinkes P2KB Malinau. Dengan setiap kotak berisi 50 lembar, total masker yang tersedia mencapai sekitar 110 ribu lembar.
Kepala Dinkes P2KB Malinau, Yuli Triana, mengatakan penggunaan masker menjadi langkah perlindungan paling cepat yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi paparan kabut asap, khususnya ketika beraktivitas di luar ruangan.
“Karena kita melihat dampak dari kabut asap itu berdampak terhadap kesehatan. Yang harus dilakukan oleh masyarakat adalah yang pertama menggunakan masker. Itu paling cepat,” kata Yuli kepada Radar Tarakan, Selasa (1/9).
Menurutnya, gerakan pembagian masker tersebut tidak hanya bertujuan memberikan perlindungan kepada masyarakat, tetapi juga disertai edukasi mengenai risiko kesehatan akibat paparan kabut asap.
Yuli menjelaskan, terdapat kelompok masyarakat yang lebih rentan mengalami gangguan kesehatan akibat kondisi udara yang buruk, seperti lanjut usia, anak-anak, ibu hamil serta masyarakat yang memiliki penyakit berkaitan dengan pernapasan.
“Tidak semua masyarakat tahu bahwa kabut asap ini bisa menimbulkan penyakit, khususnya kepada kelompok-kelompok rentan,” ujarnya.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk menggunakan masker ketika berada di luar ruangan. Selain itu, masyarakat diminta memperbanyak minum air putih dan mengurangi aktivitas di luar rumah.
“Kalau bisa lebih banyak di dalam ruangan. Tutup pintu dan jendela supaya asap atau kabut asap tidak masuk ke dalam rumah,” imbuhnya.
Dinkes P2KB Malinau juga melakukan pemantauan terhadap perkembangan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah Kabupaten Malinau.
Pemantauan dilakukan untuk melihat apakah terdapat peningkatan kasus ISPA seiring dengan kondisi kabut asap yang terjadi.
“Yang biasa berdampak terhadap kabut asap itu biasanya ISPA. Kami dari Dinas Kesehatan tetap memantau apakah di semua wilayah kita di Kabupaten Malinau ada peningkatan penyakit ISPA,” jelas Yuli.
Ia menekankan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama apabila mulai mengalami keluhan kesehatan yang berkaitan dengan sistem pernapasan.
Pembagian masker tidak hanya menyasar masyarakat di kawasan perkotaan. Dinkes P2KB Malinau juga berupaya mendistribusikan masker ke wilayah pedalaman dan perbatasan.
Yuli mengatakan stok yang tersedia saat ini masih dinilai aman untuk mendukung kegiatan pembagian masker kepada masyarakat. “Untuk saat ini menurut kami masih aman untuk kita bagikan ke masyarakat, bukan hanya wilayah perkotaan. Wilayah perbatasan dan pedalaman kami upayakan juga,” katanya.
Namun, distribusi ke wilayah pedalaman dan perbatasan akan mempertimbangkan kondisi akses transportasi, termasuk kemungkinan penerbangan.
Untuk wilayah perkotaan, pembagian masker dilakukan di enam titik strategis, yakni Simpang Tiga Kuala Lapang, Simpang Tiga Lampu Merah Tanjung Belimbing, Simpang Empat Lampu Merah arah Batu Lidung, Simpang Empat Lampu Merah Terminal, Simpang Empat Lampu Merah Jembatan Malinau Kota, dan Simpang Empat Malinau Seberang.
Selain pembagian masker, petugas di lapangan juga menyampaikan edukasi kepada masyarakat mengenai cara mengurangi risiko paparan kabut asap.
Dinkes P2KB Malinau turut mengantisipasi apabila kondisi kabut asap berlangsung dalam waktu yang cukup panjang. Penambahan stok masker menjadi salah satu langkah yang disiapkan untuk memastikan kebutuhan perlindungan masyarakat tetap terpenuhi. “Kami juga tetap mengantisipasi kabut asap yang berkepanjangan. Kita tidak tahu kapan selesainya. Ada upaya kami untuk menambah stok,” pungkasnya. (dip)
Editor : Azward Halim