Selain Berlakukan BDR, Pemkab Malinau Bagikan 2.200 Kotak Masker

Dip Ratar • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 04:26 WIB
KABUT: Pemkab Malinau saat memabagikan masker serta edukasi kepada warga terkait bayaha kabut asap. FOTO: DIPA/RADAR TARAKAN
KABUT: Pemkab Malinau saat memabagikan masker serta edukasi kepada warga terkait bayaha kabut asap. FOTO: DIPA/RADAR TARAKAN

MALINAU - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau mengambil sejumlah langkah untuk mengantisipasi dampak memburuknya kualitas udara akibat kabut asap yang mulai melanda wilayah tersebut.

 

Langkah yang dilakukan pemerintah daerah di antaranya memberlakukan belajar dari rumah (BDR) bagi peserta didik jenjang SMP ke bawah serta menyiapkan sebanyak 2.200 kotak masker untuk dibagikan kepada masyarakat.

 

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malinau, Dr. Ernes Silvanus, mengatakan kebijakan BDR telah dituangkan dalam surat edaran yang dikeluarkan pemerintah daerah. “Kita sudah keluarkan edaran sehubungan dengan anak sekolah yang menjadi kewenangan pemerintah daerah pada tingkat SMP ke bawah,” ujarnya kepada Radar Tarakan, Selasa (1/9).

 

Menurutnya, penerapan BDR tersebut masih akan dievaluasi dengan melihat perkembangan kondisi udara dan cuaca di Malinau. Apabila kondisi udara masih memburuk atau bahkan meningkat, kebijakan BDR dapat diperpanjang.

 

Evaluasi tersebut akan mengacu pada hasil pemeriksaan dan pemantauan dari sejumlah instansi terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Kesehatan, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

 

Selain membatasi aktivitas belajar secara tatap muka, Pemkab Malinau juga mengambil langkah perlindungan langsung kepada masyarakat dengan membagikan masker. Ernes menyebut pemerintah daerah telah memabagikan stok sekitar 2.200 kotak masker di sejumlah titik, mulai dari kawasan Tanjung Lapang hingga wilayah perkotaan.

 

“Hari ini kita punya stok masker sekitar 2.200 kotak. Jadi kita sebar di beberapa titik, mulai Tanjung Lapang sampai di daerah perkotaan untuk bisa memberikan edukasi kepada masyarakat kita,” katanya.

 

Pembagian masker tersebut sekaligus menjadi bagian dari edukasi kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap. Distribusi akan melihat kebutuhan dan kondisi di lapangan, termasuk ketersediaan stok masker.

 

Ernes menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima dari DLH, terdapat pergerakan udara dari wilayah Berau dan Tanjung Selor menuju Malinau yang diduga turut membawa dampak asap.

 

Kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah tersebut menjadi perhatian pemerintah karena pergerakan udara dapat membawa asap menuju Malinau.

 

Dampak kabut asap juga mulai berpengaruh terhadap jarak pandang. Ernes menyebut, salah satu indikasinya terlihat dari terganggunya aktivitas penerbangan. “Informasi bahwa pesawat Wings tidak berangkat hari ini, tidak masuk. Jarak pandang yang terlalu pendek,” ungkapnya.

 

Melihat kondisi tersebut, pemerintah daerah mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh dampak kabut asap, terutama terhadap kesehatan.

 

Ernes menyebut kejadian kabut asap sebenarnya bukan hal baru. Kondisi serupa pernah terjadi beberapa tahun bahkan beberapa puluh tahun lalu. Karena itu, menurutnya, kejadian saat ini menjadi pembelajaran bersama untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran. “Ini pembelajaran bagi kita dan ini bukan hari ini saja. Beberapa tahun, beberapa puluh tahun lalu juga kejadian yang sama,” katanya.

 

Ia berharap pengawasan terhadap masyarakat, badan usaha maupun pihak lain yang melakukan aktivitas pertanian, perkebunan dan perladangan dapat ditingkatkan, khususnya untuk mencegah aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

 

Di tengah kondisi kualitas udara yang memburuk, Pemkab Malinau mengimbau masyarakat untuk meningkatkan perlindungan diri.

 

Masyarakat diminta menggunakan masker ketika berada di luar ruangan dan mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak memiliki kepentingan yang mendesak. “Yang pertama tolong kita gunakan masker kalau berada di luar ruangan. Kemudian kurangi aktivitas kalau memang kurang perlu,” imbau Ernes.

 

Masyarakat juga dianjurkan memperbanyak minum air putih sebagai salah satu upaya menjaga kondisi tubuh selama terpapar udara yang kurang baik.

 

Sementara bagi masyarakat yang melakukan aktivitas berkebun maupun berladang, Ernes meminta agar lebih meningkatkan kewaspadaan dan turut melaporkan apabila menemukan kegiatan yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

 

Pemkab Malinau berharap seluruh masyarakat dapat berperan aktif dalam menghadapi kondisi kabut asap, baik dengan menjaga kesehatan maupun mencegah munculnya sumber api yang dapat memperburuk kualitas udara. (dip)

Editor : Azward Halim
malinau